Home KONSULTASI SYARIAH

Anak-Anak Ribut Saat Khuthbah, Bagaimana Menyikapinya?

18
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh, Ustadz. Bagaimanakah cara kita mengingatkan anak-anak yang ribut saat khuthbah Jum’at sedang berlangsung? Bukankah kita dilarang berkomunikasi? Sebelum khuthbah sudah diingatkan, tapi saat khuthbah mereka mulai ngobrol lagi.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Ditegurnya saat sebelum khuthbah, itu tidak apa-apa, diwanti-wanti untuk tenang.

Jika ketika khuthbah berjalan, mereka gaduh, berisik, maka biarkan saja.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, katanya bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الجُمُعَةِ: أَنْصِتْ، وَالإِمَامُ يَخْطُبُ، فَقَدْ لَغَوْتَ

Jika kamu berkata kepada kawanmu pada hari (shalat) Jumat: “Diam!” sedangkan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah sia-sia.” (H.R. Bukhari No. 934, Muslim No. 851)

Imam An Nawawi menjelaskan maksud Laghawta adalah engkau telah mengatakan perkataan yang melalaikan, gugur, sia-sia, dan tertolak. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/138)

Bahkan Ibnu ‘Umar Radhiallahu ‘Anhuma begitu marah kepada orang yang berbicara saat imam khuthbah.

Alqamah bin Abdullah bercerita:

 أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، قَالَ لِرَجُلٍ كَلَّمَ صَاحِبَهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ: «أَمَّا أَنْتَ فَحِمَارٌ , وَأَمَّا صَاحِبُكَ فَلَا جُمُعَةَ لَهُ»

Bahwasanya Ibnu Umar berkata kepada laki-laki yang mengajak bicara pada sahabatnya di hari Jum’at dan imam sedang khuthbah: “Adapun kamu, kamu ini keledai, sedangkan kawanmu tidak ada Jum’at baginya.” (Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 26103)

Semua riwayat ini, dan yang semisalnya, merupakan larangan secara  mutlak berbicara pada saat imam sedang khuthbah.

Wallahu A’lam.