Home KONSULTASI SYARIAH

Apakah Rasulullah Pernah Melihat Allah?

25
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Benarkah Rasulullah pernah melihat wajah/wujud Allah saat Mi’raj? Adakah dalilnya bila Rasulullah pernah melihat Allah, atau bila tidak, adakah hujjah yang membantah Rasulullah pernah melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Mayoritas para sahabat Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak melihat Allah Ta’ala saat mi’rajnya. Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan melihatnya tapi maksudnya dengan mata hati, bukan dengan mata kepalanya.

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan:

وقد حكى عثمان بن سعيد الدارمي في كتاب الرؤية له إجماع الصحابة على أنه لم ير ربه ليلة المعراج ، وبعضهم استثنى ابن عباس فيمن قال ذلك ، وشيخنا يقول ليس ذلك بخلاف في الحقيقة ، فإن ابن عباس لم يقل رآه بعيني رأسه وعليه اعتمد أحمد في إحدى الروايتين حيث قال إنه رآه عز وجل ولم يقل بعيني رأسه

‘Utsman bin Sa’id Ad Darimiy menceritakan dalam kitab Ar Ru’yah-nya, adanya ijma’ para sahabat Nabi bahwa Nabi ﷺ belum pernah melihat Rabbnya pada malam Mi’raj. Sebagian mereka mengecualikan Ibnu Abbas. Guru kami mengatakan bahwa pendapat Ibnu Abbas hakikatnya tidaklah menyelisihi, sebab Ibnu Abbas tidak pernah mengatakan bahwa Nabi ﷺ melihat Rabbnya dengan mata kepalanya. Inilah yang dijadikan pegangan oleh Imam Ahmad dalam salah satu riwayat dari dua riwayat darinya, ketika Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi ﷺ melihat Rabbnya tapi tidak mengatakan dengan mata kepalanya sendiri. (Ijtima’ Al Juyusy Al Islamiyyah, 1/12)

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah berkata:

ذهب أغلب الصحابة إلى أن النبي صلى الله عليه وسلم لم ير الله عز وجل بعينه ليلة المعراج

Umumnya para sahabat berpendapat bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak melihat Rabbnya ‘Azza wa Jalla dengan matanya pada malam Mi’raj. (Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 12423)

Dalil-dalilnya:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
مَنْ حَدَّثَكَ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَبَّهُ فَقَدْ كَذَبَ وَهُوَ يَقُولُ
{ لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ }
وَمَنْ حَدَّثَكَ أَنَّهُ يَعْلَمُ الْغَيْبَ فَقَدْ كَذَبَ وَهُوَ يَقُولُ لَا يَعْلَمُ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anhuma, ia berkata, “Barang siapa menceritakan kepadamu bahwa Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melihat Tuhannya berarti ia telah dusta, karena Allah berfirman: ‘Ia tidak bisa diketahui oleh pandangan.’ (Q.S. Al An’am: 103), dan barang siapa menceritakan kepadamu bahwa ia tahu yang ghaib, berarti ia telah dusta, sebab Muhammad bersabda: ‘Tidak ada yang tahu yang ghaib selain Allah’.” (H.R. Bukhari No. 7380)

Dalam hadits lain:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ 
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ رَأَيْتَ رَبَّكَ قَالَ نُورٌ أَنَّى أَرَاهُ

Dari Abu Dzar dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Apakah Engkau melihat Rabbmu?” Beliau menjawab, “Hanya cahaya, bagaimana mungkin aku bisa melihatNya.” (H.R. Muslim No. 178)

Wallahu A’lam.