Home KONSULTASI SYARIAH

Bacaan Ta’awudz dalam Shalat

35
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Bolehkan lafazh “ta’awudz” dalam shalat wajib dikeraskan dalam membacanya?

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Ta’awudz itu sunnah, bukan wajib, baik di dalam shalat (rakaat pertama) atau di luar shalat.

Hanya saja untuk selain rakaat pertama ada perbedaan pendapat atas kesunnahannya.

Imam Ibnu Katsir mengatakan:

وَاخْتَلَفَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ فِيمَا عَدَا الرَّكْعَةِ الْأُولَى هَلْ يُسْتَحَبُّ التَّعَوُّذُ فِيهَا عَلَى قَوْلَيْنِ وَرَجَّحَ عَدَمَ الِاسْتِحْبَابِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Ada perbedaan perkataan Imam Asy Syafi’iy tentang selain rakaat pertama, apakah disunnahkan ta’awudz? Ada dua pendapat, dan pendapat yang lebih kuat adalah TIDAK DISUNNAHKAN. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/29)

Apakah membacanya jahr atau sir?

Dalam Al Umm disebutkan bahwa Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma membaca sir, sedangkan Abu Hurairah Radhiallahu’Anhu menjaharkan. (Ibid)

Demikian. Wallahu A’lam.