Home FIQIH IBADAH FIQIH HAJI DAN UMRAH

Bekal Bagi yang Wukuf di Arafah

190
SHARE
Hari terbaik untuk berdoa.

Nabi Shalallahu’Alaihi wa Sallam bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari ‘Arafah dan sebaik-baik apa yang aku dan para Nabi sebelumku baca adalah “LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHUU LAA SYARIIKALAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR [Tiada Ilah melainkan Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan dan pujian dan Dialah Maha menguasai atas segala sesuatu].” (H.R. At Tirmidzi No. 3509, Malik No. 449, 841, status: hasan)

Doa terbanyak yang Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam baca

كان أكثر دعاء النبي – صلى الله عليه وسلم – يوم عرفة: لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد بيده الخير وهو على كل شيء قدير

Doa yang paling banyak Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam baca di hari ‘Arafah adalah:

“LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHUU LAA SYARIIKALAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR [Tiada ilah melainkan Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan dan pujian dan Dialah Maha menguasai atas segala sesuatu].” (H.R. Ahmad, 2/210. Imam Nuruddin Al Haitsami berkata: “Para rijal/perawinya terpercaya.” [Majma’ Az Zawaid,
No. 5550])

Tentunya dianjurkan berdoa untuk dirinya, kedua orang tuanya, keluarganya, negerinya, seluruh kaum muslimin yang teraniaya, dan para mujahidin.

Tidak dianjurkan berpuasa karena yang paling utama adalah banyak berdoa

Diriwayatkan secara shahih:

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ أَنَّهُمْ شَكُّوا فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَرَفَةَ فَبَعَثَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحٍ مِنْ لَبَنٍ فَشَرِبَهُ

Dari Ummu Al Fadhl, bahwa mereka ragu tentang berpuasanya Nabi Shalllallahu ‘Alaihi wa Sallam pada hari ‘Arafah, lalu dikirimkan kepadanya segelas susu, lalu dia meminumnya.” (H.R. Bukhari No. 5636)

Oleh karenanya Imam Al ‘Uqaili mengatakan: “Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan sanad-sanad yang baik, bahwa beliau belum pernah berpuasa pada hari ‘Arafah ketika berada di sana, dan tidak ada yang shahih darinya tentang larangan berpuasa pada hari itu.” (Adh Dhuafa, No. 372)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili Rahimahullah menjelaskan: “Adapun para jamaah haji, tidaklah disunnahkan berpuasa pada hari ‘Arafah, tetapi disunnahkan untuk berbuka walaupun dia orang kuat fisiknya, tujuannya agar dia kuat untuk banyak berdoa, dan untuk mengikuti sunnah.” (Al Fiqhu Al Islami wa Adillatuhu, 3/24)

Demikian. Wallahu A’lam.