Home KONSULTASI SYARIAH

Bila Imam Lupa Rukun Shalat

177
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Apa yang harus dilakukan makmum bila mendapati imam yang lupa rukun shalat walau sudah diberi isyarat tapi sang imam pada akhir shalat tidak sujud sahwi. Apakah makmum wajib sujud sahwi sendiri? Jazakallahu khair

Jawaban Ust. Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Lupa terhadap rukun, tidak cukup dengan sahwi saja. Tapi, dia mesti melaksanakan rukun tersebut saat dia teringat dengan rukun yang tertinggal itu.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah mengatakan:

من نسي ركنا من أركان الصلاة فلابد أن يأتي به لتصح صلاته ، ولا يكفيه سجود السهو ، ومن شك في ترك ركن لزمه أن يأتي به أيضا .

Barang siapa yang lupa melakukan salah satu rukun shalat maka wajib baginya untuk melakukan rukun itu untuk membetulkan shalatnya, tidak cukup baginya sujud sahwi saja, begitu pula bagi yang ragu-ragu mesti baginya menjalankan rukun itu. (Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 136493)

Bagaimana rinciannya?

– Jika dia baru ingat belum melakukan rukun di saat belum tuntas sebuah rakaat, maka dia lakukan saat itu. Misal, lupa membaca Al Fatihah, teringat saat membaca surat, maka bacalah Al Fatihah itu walau sudah membaca surat.

Atau belum ruku’, langsung sujud, dan teringat saat sujud bahwa dia belum ruku’, maka hendaknya dia ulangi yaitu bangun untuk ruku’ lalu sujud seperti biasa.

– Jika teringat di rakaat selanjutnya. Dia sudah masuk rakaat kedua, baru sadar di rakaat pertama belum Al Fatihah atau belum ruku’, atau belum sujud yang kedua, maka rakaat tersebut dianggap batal atau gugur. Sehingga rakaat kedua yang sedang dia lakukan dihitung sebagai pertama lagi.

– Semua keadaan ini, nantinya diakhiri dengan sujud sahwi dua kali setelah membaca tasyahud akhir.

– Jika lupa rukun ini baru disadari cukup lama, baru sadar misal setengah jam kemudian, atau satu jam, maka wajib mengulangi shalatnya, dengan shalat yang baru.

– Untuk kasus shalat berjamaah, jika imam lupa rukun, maka ingatkan oleh makmum. Jika imam bersikeras atau tidak sadar, maka boleh bagi makmum untuk mufarraqah (memisahkan diri) dan sempurnakan sendiri.

Wallahu A’lam.