Home KONSULTASI SYARIAH

Bolehkah Memandikan Jenazah di Saat Haid?

61
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Bagaimana hukumnya wanita haid ikut memandikan mayat atau merawat jenazah?

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Bismillahirrahmanirrahim.

Tidak ada larangan bagi wanita haid atau junub, memandikan mayit, dan mengkafankannya. Hanya saja sebagian ulama memakruhkan wanita haid dan orang junub ada di dekat orang yang sedang sakaratul maut, sebab hal itu menghalangi malaikat rahmat.

Imam Al Bujairimiy Rahimahullah mengatakan:

(ويغسل الجنب والحائض) ومثلهما النفساء (الميت بلا كراهة) لأنهما طاهران

Orang junub, haid, dan semisalnya seperti wanita nifas, tidaklah makruh memandikan mayit karena keduanya [haid dan junub] adalah suci. (Tuhfatul Muhtaj, 3/184)

Maksudnya adalah suci secara hissiyah – badan, fisiknya.

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhullah mengatakan:

فلا توجد آية قرآنية تمنع الحائض من غسل الميت ولا من حضور غسله، ولا نعلم حديثاً عن النبي صلى الله عليه وسلم بهذا المعنى، ولا نعلم أحداً من أهل العلم حرم ذلك إلا أن بعض السلف كالحسن وابن سيرين كره ذلك، كما رواه عنهما ابن أبي شيبة في مصنفه.

Tidak ditemukan adanya ayat Al Qur’an yang melarang orang yang haid memandikan mayit, atau pelarangan menghadiri pemandiannya, dan kami tidak ketahui adanya hadits yang seperti itu juga. Dan, kami tidak ketahui pula adanya ulama yang mengharamkannya kecuali sebagian salaf yang memakruhkan seperti Al Hasan, Ibnu Sirin, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya.
(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah No. 30092)

Adapun tentang mendekati orang yang sakaratul maut, Imam Khalil bin Ishaq Al Malikiy Rahimahullah mengatakan:

وتجنب حائض وجنب له

Hendaknya orang yang haid dan junub menjauh darinya. (Mukhtashar Al Khalil, 1/49)

Bahkan Al Muhamiliy dari kalangan Syafi’iyyah mengharamkannya seperti yang dikutip Imam Al Bujairimiy dalam Tuhfatul Muhtajnya. (3/184)

Demikian. Wallahu A’lam.