Home AKHLAK & ADAB

Cukup Al Quran dan As Sunnah, Jangan Ambil dari Ulama?

33
SHARE

– Slogan kembali kepada Al Quran dan As Sunnah adalah mulia dan disetujui semua umat Islam

– Tapi, jika slogan ini targetnya untuk membuang jauh peran fiqih para ulama, maka justru itu bertentangan dengan Al Quran dan As Sunnah

– Sangat sering kita dengar orang berkata: “Saya mengikuti Al Quran dan As Sunnah, tidak mau ikut ulama A dan B.”

– Perkataan itu benar, jika posisi kita sudah menjadi mujtahid muthlaq, yaitu level mujtahid yang sudah mampu menggali langsung kerumitan persoalan syariat langsung dari Al Quran dan As Sunnah, dengan dibekali berbagai ilmu alatnya yang kompleks.

– Lha, ini baru ngaji satu dua majelis, atau by youtube dan WA, tapi dengan gagah mengatakan “Saya tidak perlu ulama.”

– Jika jujur ikut Al Quran, maka pelajarilah agama melalui ulama, sebab dalam Al Quran Allah Ta’ala yang memerintahkan:

فَسۡـَٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

Maka tanyakanlah kepada ahlu adz dzikri jika kamu tidak mengetahui. (Q.S. Al-Anbiya’, Ayat 7)

Siapa Ahludz Dzikri? Dia adalah ahli ilmu [ulama]. (Tafsir Al Qurthubi, 10/108)

– Jika jujur ikut As Sunnah, maka pelajarilah lewat ulama. Sebab Rasulullah ﷺ memerintahkan mengembalikan sesuatu kepada ahlinya.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَة
َ

“Jika urusan dikembalikan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancurannya.” (H.R. Bukhari No. 59, 6496)

Tanda akhir zaman adalah lenyapnya ilmu dengan wafatnya para ulama. Dari Abdullah bin Amr Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan. (H.R. Bukhari No. 100)

– Para imam besar seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hambal, sering menganjurkan kepada murid-muridnya, untuk mengambil dalil dari Al Quran dan As Sunnah.

– Siapa murid-murid mereka? Yaitu juga para imam besar, bukan orang awam.

– Hari ini banyak orang awam merasa nasihat para imam yang empat tersebut adalah untuk mereka, padahal bukan. Semoga Allah merahmati orang yang tahu kadar dirinya.

Wallahu yahdina ilaas sawaa’is sabiil.

🖋 Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah