Home KONSULTASI SYARIAH

Dana Talangan Haji

51
SHARE

Pertanyaan:
Assalamualaikum Ustadz, bagaimana hukumnya jika kita mau menunaikan ibadah haji dengan meminjam uang di bank yang nyata-nyata ada ribanya. Makasih ustadz

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hafizhahullah

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Dana talangan haji/umroh Ini khilafiyah saat ini.., sebagian asatidzah banyak yang membolehkan. Sebab, bagi mereka itu tidak ada riba, cicilan hutang yang dibayar melebihi pokok itu bagi mereka bukan riba, tapi ujrah/upah kepada bank dari akad ijarah/sewa jasa.

Jadi, ada dua akad,

1. Qardh/pinjaman,

2. Ijarah/sewa

Minjamnya 25 juta, pulangin 25 juta, itu pada akad qardh. Bukan riba. Tapi, kenapa prakteknya cicilan bisa sampai 40an juta? lebihnya (15 juta) itu membayar jasa bank. Ini jalan berpikir kelompok yang membolehkan. Walau bagi saya keuntungan 15 juta terlalu fantastis.

Pihak yang melarang memganggap ada dua akad dlm 1 transaksi, dan ini hal yang dilarang syariat.

Lalu, jika memang bank mau bantu, maka bantulah .. jangan mencari untung. Kalo mau cari untung, ada dalam jual beli, invest, dan sewa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

من شَفَعَ لأَخِيه بشفَاعةٍ، فأهْدى له هديّةً عليها؛ فقَبِلها؛ فقدْ أتَى باباً عظِيماً منْ أبوابِ الرِّبا

Barang siapa yang menolong saudaranya, lalu dia dikasih hadiah karena itu, dan dia menerimanya, maka dia telah mendatangi pintu besar riba. (HR. Abu Daud No. 3541, hasan)

Demikian.. jalan berpikir pihak yang melarang. Inilah yang lebih hati-hati.

Wallahu A’lam