Home KONSULTASI SYARIAH

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Menjadi Makelar Jual Beli Hewan Qurban

101
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh, Ustadz. Jelang Idul Qurban, dulu banyak pihak DKM membuat spanduk DKM Menyalurkan Hewan Qurban yang artinya pihak DKM berlaku sebagai wakil dari pequrban sehingga pihak DKM bisa meminta biaya ongkos jasa potong kepada pihak pequrban. Namun seiring waktu pihak DKM membuat spanduk DKM yang isinya Menjual dan Menyalurkan Hewan Qurban, yang artinya pihak DKM bertindak sebagai wakil dari pequrban sekaligus sebagai wakil dari pedagang hewan qurban, sehingga pihak DKM bisa mendapat persentase keuntungan dari penjualan hewan qurban. Apakah boleh konsep perwakilan seperti itu (1 pihak mewakili 2 pihak sekaligus yang berbeda fungsi dan tujuan) di dalam fiqih muamalah? Syukran.


Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Sama sekali tidak masalah, baik itu:

– DKM menjual hewan qurbannya sendiri. Bisa jadi ada sebuah masjid yang memang tim fundraising-nya ada usaha sendiri. Seperti mereka buka klinik, toko, termasuk jual hewan qurban, yang keuntungannya nanti buat masjid.

– DKM (tentu salah satu pengurusnya) sebagai makelar, perantara, dari pedagang hewan qurban. Ini namanya samsarah, pelakunya disebut simsar, dimana dia dapat upah dari penjualannya. Jenis ini, makelar, sudah terjadi sejak masa para sahabat Nabi ﷺ.

Hanya saja yang penting DKM bisa profesional, semua tertangani dengann baik.

Wallahu A’lam.