Home FIQIH DZIKIR & DOA

Doa agar tidak Tersesat dan agar Terhindar Gangguan di Tempat Persinggahan

48
SHARE

Haulah binti Hakim Radhiallahu ‘Anha, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

َ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

Barang siapa yang singgah di suatu tempat kemudian mengucapkan: A’UUDZU BIKALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat ALLAH yang sempurna dari kejahatan makhluk yang DIA ciptakan) maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya hingga ia pergi dari tempat singgahnya tersebut. (H.R. Muslim No. 2708)

Penjelasannya:

شرع الله لأهل الإسلام أن يستعيذوا به بدلاً عما يفعله أهل الجاهلية من الاستعاذة بالجن، فشرع الله للمسلمين أن يستعيذوا بأسمائه وصفاته]. الجن لا يستطيعون أن يعيذوا الإنسان، ولكن إذا استعاذ الإنسان بالله فإن الله يحميه من كل ما يؤذيه

Allah mensyariatkan kepada umat Islam untuk meminta perlindungan dengan kalimatNya, sebagai ganti apa yang dilakukan pada masa jahiliyah berupa minta pertolongan kepada jin, maka Allah mensyariatkan agar kita meminta pertolongan dengan kalimat-Nya dan sifat-sifatNya.

Jin tidak mampu memberikan perlindungan kepada manusia. Tetapi jika manusia meminta perlindungan kepada Allah maka Allah akan menjaganya dari segala hal yang membahayakannya. (Selesai)

Wallahu A’lam.

✍ Ust. Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah