Home DZIKIR & DOA

Doa dan Pernak Perniknya (Bag. 4)

85
SHARE
 4. Saat-Saat Mustajab Doa

Agama ini telah menginfokan waktu-waktu dan peristiwa  istimewa untuk berdoa, yang dengannya berdoa akan dikabulkan. Di antaranya sebagai contohnya adalah berikut ini:

Pertama. Dari Abu Umamah Radhiallahu ‘Anhu, beliau berkata:

أيُّ الدُّعاء أسمعُ؟ قال صلّى الله عليه وسلّم: «جوف الليل، وأدبار الصلوات المكتوبة»

Doa manakah yang paling didengar? Rasulullah ﷺ   menjawab: “Doa pada sepertiga malam terakhir dan setelah shalat wajib.” (H.R. At Tirmidzi, No. 3499. Syaikh Al Albani menghasankan hadts ini, Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi, No. 3499)

Kedua. Nabi  ﷺ bersabda:

ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له

Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta, akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampunan pasti Aku ampuni’.” (H.R. Bukhari No. 1145, dan Muslim No. 758)

Ketiga. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Posisi paling dekat antara hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah kalian berdoa.” (H.R. Muslim No. 482)

Keempat. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ   bersabda:

إِنَّ أَبْوَابَ السَّمَاءِ تُفْتَحُ عِنْدَ زَحْفِ الصُّفُوفِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَعِنْدَ نُزُولِ الْغَيْثِ، وَعِنْدَ الإِقَامَةِ لِلصَّلاةِ الْمَكْتُوبَةِ، فَاغْتَنِمُوا الدُّعَاءَ

Sesungguhnya pintu-pintu langit dibuka ketika perang fi sabilillah berkecamuk, turunnya hujan,  ketika shalat wajib, maka banyaklah berdoa saat itu. (H.R. Al Baghawi, Syarhus Sunnah No. 429)

Kelima. Dari Abu Umamah Radhiallahu ‘Anhu, dia mendengar Nabi ﷺ   bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَيُسْتَجَابُ الدُّعَاءُ فِي أَرْبَعَةِ مَوَاطِنَ: عِنْدَ الْتِقَاءِ الصُّفُوفِ فِي سَبِيلِ اللهِ، وَعِنْدَ نُزُولِ الْغَيْثِ، وَعِنْدَ إِقَامَةِ الصَّلَاةِ، وَعِنْدَ رُؤْيَةِ الْكَعْبَةِ

Dibukanya pintu-pintu langit dan dikabulkannya doa ada empat keadaan: ketika berperang fi sabilillah bertemu barisan musuh, turunnya hujan, ketika berdirinya shalat, dan ketika melihat ka’bah. (HR. Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir No. 7713, Al Baihaqi, As Sunan Al Kabir No. 6460, juga  Ma’rifatus Sunan wal Aatsar No. 7239)

Keenam. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

ثلاثة لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل ودعوة المظلوم

Ada tiga kelompok manusia yang doa mereka tidak ditolak, yaitu: Orang berpuasa sampai mereka berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang teraniaya. (H.R. At Tirmidzi No. 3598, katanya: hasan. Ibnu Majah No. 1752, Ibnu Hibban No. 3428)

Ketujuh. Dari Amr bin Al Ash Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

للصائم عند فطره دعوة لا ترد

Bagi orang berpuasa, memiliki doa yang tidak ditolak saat berbuka. (H.R.  Ibnu Majah No. 1753, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 3904. Al Bushiri mengatakan: shahih, para perawinya terpercaya. Lihat Az Zawaid, 2/82)

Dari tujuh hadits di atas, ada informasi kita dapatkan bahwa ada beberapa momen dikabulkannya doa: saat sepertiga malam terakhir, ketika shalat, ketika sujud, setelah shalat , ketika berperang , turunnya hujan, melihat Ka’bah, ketika puasa, pemimpin yang adil,  ketika dianiaya, dan saat berbuka puasa.

Wallahu A’lam.

(Bersambung)

✍ Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah