Home DZIKIR & DOA

Doa Perlindungan dari Tertiban, Tenggelam, Terbakar

424
SHARE
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ صَيْفِيٍّ مَوْلَى أَفْلَحَ مَوْلَى أَبِي أَيُّوبَ عَنْ أَبِي الْيَسَرِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُو اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ التَّرَدِّي وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْغَرَقِ وَالْحَرَقِ وَالْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى الرَّازِيُّ أَخْبَرَنَا عِيسَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعِيدٍ حَدَّثَنِي مَوْلًى لِأَبِي أَيُّوبَ عَنْ أَبِي الْيَسَرِ زَادَ فِيهِ وَالْغَمِّ

Telah menceritakan kepada Kami ‘Ubaidullah bin Umar, telah menceritakan kepada kami Makki bin Ibrahim, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Sa’id dari Shaifi mantan budak Aflah mantan budak Ayyub, dari Abul Al Yasar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdo’a: “ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL HADMI WA A’UUDZU BIKA MINAT TARADDII, WA A’UUDZU BIKA MINAL GHARAQI, WAL HARAQI, WAL HARAMI, WA A’UUDZU BIKA AN YATAKHABBATHANIISY SYAITHAANU ‘INDAL MAUTI WA A’UUDZU BIKA AN AMUUTA FII SABIILIKA MUDBIRAN, WA A’UUDZU BIKA AN AMUUTA LADIIGHAN” [Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kehancuran dan aku berlindung kepadaMu dari kebinasaan, aku berlindung kepadaMu dari tenggelam, terbakar dan dari pikun, aku berlindung kepadaMu agar jangan sampai syaitan menggelincirkanku ketika aku akan mati, dan aku berlindung kepadaMu dari mati di jalanMu dalam keadaan lari dari medan pertempuran, dan aku berlindung kepadaMu dari mati karena tersengat binatang]. Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa Ar Razi, telah mengabarkan kepada kami Isa dari Abdullah bin Sa’id, telah mengabarkan kepadaku mantan budak Abu Ayyub dari Abu Al Yasar dan ia menambahkan padanya: “dan dari kegundahan”. (Sunan Abi Dawud No. 1552, 1553, shahih)

✍ Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah