Home KONSULTASI SYARIAH

Hadits tentang Air Laut Murka kepada Manusia

184
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz.
Mengenai hadits qudsi yang mengatakan setiap hari air laut selalu minta izin kepada Allah untuk menghabiskan manusia, adakah penjelasan Qur’an dan hadits lengkapnya?

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Haditsnya ini:

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا الْعَوَّامُ حَدَّثَنِي شَيْخٌ كَانَ مُرَابِطًا بِالسَّاحِلِ قَالَ لَقِيتُ أَبَا صَالِحٍ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَيْسَ مِنْ لَيْلَةٍ إِلَّا وَالْبَحْرُ يُشْرِفُ فِيهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ عَلَى الْأَرْضِ يَسْتَأْذِنُ اللَّهَ فِي أَنْ يَنْفَضِخَ عَلَيْهِمْ فَيَكُفُّهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Al ‘Awwam telah menceritakan kepadaku seorang Syaikh yang ribath (menjaga perbatasan di daerah pantai) dia berkata; aku telah bertemu dengan Abu Shalih pelayan Umar Bin Al Khaththab, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Umar Bin Khaththab dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa beliau telah bersabda:

“Tiada satu malam kecuali laut pasang ke daratan sampai tiga kali, memohon kepada Allah untuk menampakkan kekuatannya kepada mereka (manusia), akan tetapi Allah mencegahnya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh:

– Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 303

Para ulama menyatakan hadits ini DHA’IF (LEMAH).

Mereka adalah:

– Lihat Syaikh Ahmad Muhammad Syakir dalam Tahqiq-nya terhadap Musnad Ahmad, Jilid 1, Hal. 263-264. Darul Hadits. Kairo. 2012 M/1433 H

– Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad, Jilid 1, Hal. 395. Cet. 1, Muasasah Ar Risalah. 2001M/1421H.

– Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Adh Dha’ifah, No. 4392, Jilid 9, Hal. 382. Cet. 1. Maktabah Al Ma’arif. Riyadh. 1992 M/1412 H

Mengapa Dha’if?

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan:

فيه رجل مبهم لم يسم

Pada hadits ini ada seorang perawi yang masih samar, tidak disebut namanya.(Tafsir Ibnu Katsir, 7/400)

Sementara itu, Syaikh Ahmad Syakir, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan, di dalam sanadnya terdapat dua orang MAJHUL (tidak diketahui keadaannya), yaitu:

– Seorang syaikh yang diambil riwayatnya oleh Al ‘Awwam bin Hausyab

– Abu Shalih, pelayan Umar bin Khaththab Radhiallahu ‘Anhu

Demikian. Wallahu A’lam.