Home KONSULTASI SYARIAH TJ FIQIH MUAMALAH

Hukum ‘Jastip’

621
SHARE

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum. Ustadz. Saya mau menanyakan tentang hukum jasa titip (jastip). Misalnya, A meminta B untuk membelikan suatu barang X bernilai Rp. 100.000/item dengan memakai uang B terlebih dahulu, dan B meminta fee Rp. 10.000/item atas barang yang dibeli. Apakah ini diperbolehkan?

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah.

Ada 3 gambaran:

1. Kalau uangnya memakai uang B dulu, lalu B minta fee, maka itu riba. Sebab ada qardh/utang A kepada B, lalu A membayar lebih.

“Saya meminjam uangmu, belikan saya sesuatu, nanti saya beri fee tambahannya.”

2. Jika B membelikan dulu memakai uangnya, lalu A membeli ke B dan B ambil untung, ini boleh, namanya murabahah (jual beli). Mirip nampaknya dengan 1 tapi beda di akad. Maka katakan: “Belikan saja pakai uangmu, nanti saya beli ke kamu dengan labanya”

3. Kalau uangnya dari A, lalu B membelikan, begitu pulang A memberikan fee, ini boleh akadnya ijarah/sewa jasa.

“Tolong belikan sesuatu, ini uangnya, nanti saya kasih upah.”

Demikian. Wallahu A’lam.