Home KONSULTASI SYARIAH

Hukum Mandi Setelah Bekam

1281
SHARE

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum, Ustadz. Saya ingin bertanya mengenai darah bekam. Apakah najis bagi orang yang dibekam bila terperdarahnya sendiri terpercik ketika sedang bekam..? Apa musti dicuci(mandi)? Syukran Ustad.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaihimussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Tentang mandi setelah bekam, ada beberapa pendapat ulama, yaitu:

1. Sunnah

Ini menjadi pendapat kalangan Syafi’iyah dan Hanafiyah.

Imam An Nawawi Rahimahullah –dari Syafi’iyah- mengatakan:

ومن المستحب الغسل من الحجامة ودخول الحمام، نص عليهما الشافعي – في القديم – وحكاه عن القديم ابن القاص والقفال وقطعا به، وكذا قطع به المحاملي في اللباب والغزالي في الخلاصة والبغوي وآخرون

Di antara hal yang sunnah adalah mandi karena berbekam dan masuk WC, keduanya dikatakan oleh Imam Asy Syafi’i dalam Qaul Qadim (pendapat lama)-nya. Diceritakan dari Al Qadim bin Al Qaash dan Al Qafaal, mereka berdua berpendapat seperti itu. Demikian juga Al Muhamiliy dalam Al Lubaab, Al Ghazali dalam Al Khulaashah, dan Al Baghawiy, dan lainnya. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 2/203)

Imam Kamaluddin Muhammad bin Abdil Wahid Rahimahullah –dari Hanafiyah- merinci beberapa mandi-mandi sunnah, di antaranya:

ومن الأغسال المندوبة الاغتسال لدخول مكة والوقوف بمزدلفة ودخول مدينة النبي صلى الله عليه وسلم ومن غسل الميت وللحجامة

Yang termasuk mandi sunnah adalah mandi karena masuk ke kota Makkah, wuquf di Muzdalifah, masuk ke Madinah, setelah memandikan mayit, dan karena berbekam. (Syarh Fath Al Qadir, 1/66)

2. Dianjurkan di bagian yang dibekam saja

Ini adalah pendapat Malikiyah. (Manahilul Jalil, 1/66)

3. Tidak sunnah mandi

Ini Hambaliyah. (Al Insyaf, 1/251)

Demikian. Wallahu A’lam