Home KONSULTASI SYARIAH

Hukum Membayar Zakat Secara Online

110
SHARE

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bagaimana hukum membayar zakat secara online? Karena yang saya tahu, membayar zakat, khususnya zakat fitrah perlu ijab kabul. Namun dikondisi seperti sekarang ini sepertinya hal tersebut dihimbau untuk tidak dilakukan.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Zakat jika bayarnya langsung ke mustahiq, dimakruhkan menyebut INI ZAKAT, menurut mayoritas ulama.

Apa artinya? Pasti tidak ada ijab qabul, sebab kalau ada ijab qabul pasti akan ketahuan kalau itu zakat. Paham ya?

Dari sinilah bahwa zakat itu sama seperti hadiah, atau sedekah lainnya, yaitu ijab qabul itu sunnah. Karena itu interaksi monolog. Beda dengan jual beli, dua belah pihak yang timbal balik. Sehingga berzakat lewat transfer itu sah.

Imam as Suyuthi mengatakan:

فالصحيح أنه لا يشترط فيها الإيجاب والقبول لفظا، بل يكفي البعث من المهدي والقبض من المهدى إليه، ومنه الصدقة قال الرافعي: وهي كالهدية، بلا فرق

Maka, yang shahih tidak disyaratkan ijab qabul secara lafaz, tapi cukup dengan si pemberi mengirim dan diterima oleh yang menerimanya. Ar Rafi’i berkata: “Ini sama seperti memberikan hadiah, tidak ada bedanya.” (Imam as Suyuthi, al Asy ah wa an Nazhair, 1/467)

Mendoakan pun sunnah. Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

ومذهبنا المشهور ومذهب العلماء كافة أن الدعاء لدافع الزكاة سنة مستحبة ليس بواجب

Madzhab kami yang masyhur, dan madzhab para ulama semuanya, bahwa doa bagi yang bayar zakat adalah Sunnah, bukan wajib. (Syarh Shahih Muslim, 7/185)

Demikian. Wallahu A’lam