Home KONSULTASI SYARIAH

Jual Barang dengan Harga yang Berbeda dengan Bandrol

29
SHARE

Pertanyaan:

Bagaimana hukum menjual/membeli voucher belanja dengan harga yang lebih rendah dari nominal yang tertera pada voucher tersebut?

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Bismillahirrahmanirrahim.

Dalam kasus yang ditanyakan ada dua keadaan.

1. Harga jual LEBIH RENDAH dari yang tertera.

Maka ini merupakan diskon darinya, boleh-boleh saja.

Dalilnya:

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى

Allah merahmati orang yang memudahkan ketika menjual dan ketika membeli dan juga orang yang meminta haknya. (H.R. Bukhari No. 2076)

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

قال أكثر أهل العلم بجواز بيع السلع والخدمات بأقل من سعر مثلها . وهذا مذهب الحنفية وقول ابن رشد من المالكية والشافعية والحنابلة ، وابن حزم من الظاهرية .

Mayoritas ulama mengatakan bolehnya menjual barang dan jasa dengan harga yang lebih rendah dari harga barang semisalnya. Inilah pendapat Hanafiyah, Ibnu Rusyd dari kalangan Malikiyah, Syafi’iyyah, Hanabilah, dan Ibnu Hazm dari kalangan Zhahiriyah. (Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 7842)

2. Harga jual LEBIH TINGGI dari yang tertera.

Maka ini Al Ghisy, menipu. Pembeli akan merasa dibohongi dan terkecoh oleh harga yang tertera.

Ibrahim Al Harbi Rahimahullah berkata:

فَالغِشُّ أَنْ يُظْهِرَ شَيْئَاً وَيُخْفِىَ خَلاَفَهُ أَوْ يَقُولَ قَوْلاً ويَخْفِىَ خِلاَفَهُ فَذَلَكَ الغِشُّ

Maka, Al Ghisy adalah menampakkan sesuatu dan menyembunyikan sesuatu yang berbeda dengannya, atau mengatakan perkataan dan menyembunyikan yang berbeda dengannya. Itulah Al Ghiys. (Gharibul Hadits, 2/658)

Nabi ﷺ bersabda:

ومن غشنا فليس منا

Dan barang siapa yang menipu kami, maka dia bukan golongan kami. (H.R. Muslim No. 101)

Solusinya adalah hapus harga yang tertera dan ganti dengan harga yang terbaru, atau harga yang diinginkan oleh penjual. Sehingga tidak ada pihak yang tertipu karena sudah sama-sama tahu.

Demikian. Wallahu A’lam.