Home FIQIH IBADAH

Kaifiyat Shalat Ringkas – Bacaan Dzikir Dalam Ruku’

30
SHARE

7. Bacaan Dzikir Dalam Ruku’

Bacaan saat ruku’ adalah bertasbih, dan itu sunnah menurut mayoritas ulama, kecuali Hambaliyah (Hanabilah) yang mengatakan wajib. Namun, bagi Hambaliyah membaca tasbih satu kali adalah wajib, selebihnya adalah sunnah.

Dalam Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah tertulis:

وأما التسبيح في الركوع والسجود: فهو مستحب في قول جمهور أهل العلم، وذهب الحنابلة إلى إيجابه، والواجب فيه عندهم مرة واحدة، وما زاد على ذلك فهو مستحب

Ada pun membaca tasbih saat ruku’ dan sujud adalah hal yang mustahab (disukai) menurut pendapat mayoritas ulama. Hanabilah mengatakan wajib. Bagi mereka membaca sekali itu wajib, selebihnya adalah mustahab (sunnah). (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 138516)

Bacaan tasbih saat ruku’ ada beberapa versi. Di antaranya:

1. Subhana rabbiyal ‘azhim

Huzaifah bin al Yaman Radhiyallahu’ Anhu berkata:

ثُمَّ رَكَعَ فَجَعَلَ يَقُولُ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Kemudian Beliau ruku’, lalu membaca: “SUBHANA RABBIYAL ‘AZHIM” (HR. Muslim no. 772)

Dalam hadits Abu Daud (no. 874), Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengulangnya sampai dua kali saja. Dalam hadits An Nasa’i (no. 1133) diulang sampai tiga kali.

Seandainya sekali, itu sudah sah dan tidak mengapa.

Imam At Tirmidzi Rahimahullah mengatakan:

وَرُوِيَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ أَنَّهُ قَالَ أَسْتَحِبُّ لِلْإِمَامِ أَنْ يُسَبِّحَ خَمْسَ تَسْبِيحَاتٍ لِكَيْ يُدْرِكَ مَنْ خَلْفَهُ ثَلَاثَ تَسْبِيحَاتٍ وَهَكَذَا قَالَ إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ

Diriwayatkan dari Abdullah bin al Mubarak bahwa dia berkata: “Saya menyukai jika imam bertasbih sebanyak lima kali, agar makmumnya bisa sempat membaca tiga kali.” Demikian ini juga dikatakan Ishaq bin Ibrahim. (Sunan At Tirmidzi, Hal. 59)

2. Subhana Rabbiyal ‘azhimi wa bihamdih

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu’ Anhu:

إِذَا رَكَعَ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا وَإِذَا سَجَدَ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا

Jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ruku’, Beliau membaca: Subhana Rabbiyal ‘azhimi wa bihamdih (3X), dan jika Beliau sujud membaca: Subhana Rabbiyal a’ la wa bihamdih (3X). (HR. Abu Daud no. 870)

Hanya saja riwayat ini diperselisihkan keshahihannya. Sebagian mengatakan dhaif, sebagian lain mengatakan tidak masalah karena banyaknya jalur yang menyebut hadits ini.

Imam Abu Daud mengatakan:

وَهَذِهِ الزِّيَادَةُ نَخَافُ أَنْ لَا تَكُونَ مَحْفُوظَةً

Tambahan ini (yaitu wa bihamdih) kami khawatir tidak terjaga. (Sunan Abi Daud, Hal. 109)

Imam Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan – seperti dikutip oleh Imam Asy Syaukani:

إِسْنَادُهُ ضَعِيْفٌ وَقَدْ أَنْكَرَ هَذِهِ الزِّيَادَةَ ابْنُ الصَّلاَحِ وَغَيْرُهُ وَلَكِنْ هَذِهِ الطُّرُقُ تَتَعَاضَدُ فَيَرُدُّ بِهَا هَذَا اْلإِنْكَارُ وسئل أحمد عنها فقال: أما أنا فلا أقول وبحمده. إنتهى

Sanadnya dhaif. Ibnush Shalah dan lainnya mengingkari tambahan ini. Tetapi berbagai jalur ini menolak pengingkaran itu. Sementara Imam Ahmad ditanya tentang tambahan itu, dia menjawab: “Saya tidak membacanya.” (Nailul Authar, 1/844-845)

Syaikh al Albani menshahihkan dalam Shifatus Shalah, Hal. 146, tapi mendhaifkannya dalam Dhaif Sunan Abi Daud 2/388-340.

3. Subhanakallahumma Rabbana wa Bihamdika Allahummaghfirli

Aisyah Radhiallahu ‘Anha bercerita bahwa bacaan yang paling banyak dibaca Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sat ruku’ dan sujudnya adalah:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Subhanakallahumma Rabbana wa Bihamdika Allahummaghfirli. (Mahasuci Engkau ya Allah, Rabb kami, dan dengan memujiMu, ya Allah, ampunilah aku) (HR. Bukhari no. 761, dan Muslim no. 484)

Wallahu A’lam

✍ Ustadz Farid Nu’man Hasan hafizhahullah