Home KONSULTASI SYARIAH TJ FIQIH MUAMALAH

Kena Denda Saat Telat Bayar Uang Kas, Apakah Termasuk Riba?

544
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Saya mau bertanya, kalau denda karena telat membayar uang kas di sekolah itu apakah termasuk riba? Misal, telat membayar kas sehari kena denda Rp 5.000,-,  telat 2 hari Rp 10.000,-, dst.

Jawaban:
Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah

 

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah.

Bukan, tidak semua denda itu riba, sebab yang menjadi Al Ashlu (dasar) seperti pinjaman, atau jual belinya tidak ada.

Itu hanya iuran, sama seperti buang sampah sembarang kena denda, melanggar lalu lintas kena denda. Ini semua bukan riba.

Bahkan Iman Syafi’i dan Imam Ahmad, menetapkan denda bagi orang yang sudah wajib zakat tapi dia tidak membayar zakat.

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

أما من امتنع عن أدائها – مع اعتقاده وجوبها – فإنه يأثم بامتناعه دون أن يخرجه ذلك عن الاسلام، وعلى الحاكم أن يأخذها منه قهرا ويعزره، ولا يأخذ من ماله أزيد منها، إلا عند أحمد والشافعي في القديم، فإنه يأخذها منه، ونصف ماله، عقوبة له

“Adapun orang yang tidak berzakat –dan dia masih mengakui kewajibannya- maka dia berdosa karenanya namun tidak sampai mengeluarkannya dari Islam, dan Hakim wajib mengambilnya secara paksa dan menta’zirnya, dan diambilnya sesuai kadarnya tidak boleh lebih, kecuali menurut Ahmad dan Asy Syafi’i dalam pendapatnya yang lama, bahwa mesti diambil lebihnya sebanyak setengah hartanya, sebagai hukuman baginya.” (Fiqhus Sunnah, 1/333)

Untuk kasus yang antum tanyakan, saya lebih pas menamakannya zhalim. Sebaiknya diberikan peringatan dulu, atau kurangi hak-haknya sebagai hukuman dari kewajiban yang tidak dijalankan. Seperti PLN yang memutuskan listrik jika konsumen tidak membayar.

Atau lihat keadaannya kenapa tidak bayar? Jika karena sedang susah, justru bebaskan iuran. Karena kondisinya itu.

Wallahu a’lam.