Home KONSULTASI SYARIAH

Ketika Sang Putri Dilamar Pria yang Belum Mapan.

60
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Saya punya anak perempuan dan ada yang mau datang melamar. Laki-laki itu sudah pernah ketemu saya. Laki-laki itu sudah bekerja tapi belum tetap. Saya tanya anak saya apakah sudah siap belum menghadapi kedepannya. Anak saya bilang juga khawatir, tapi mereka saling mencintai, sementara saya juga khawatir. Apa yang harus saya lakukan? Saya ingin yang terbaik untuk anak saya, biar saya tidak khawatir tentang kehidupan anak saya nanti.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hafizhahullah:

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Tidak masalah ditunda sampai benar-benar siap, bukan sampai mapan. Siap artinya siap bertanggung jawab.

Kita dituntut realistis, tapi kita pun tidak boleh arogan dengan takdir Allah, yaitu seolah mendahului apa yang nantinya Allah rencanakan buat hambaNya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. An Nuur: 32)

Tentang ayat ini, Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan:

رَغَّبَهُمُ اللَّهُ فِي التَّزْوِيجِ، وَأَمَرَ بِهِ الْأَحْرَارَ وَالْعَبِيدَ، وَوَعَدَهُمْ عَلَيْهِ الْغِنَى

Allah mendorong mereka untuk menikah, memerintahkan bagi orang merdeka dan budak, dan Allah janjikan kepada mereka kekayaan.

Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu mengatakan:

الْتَمِسُوا الْغِنَى فِي النِّكَاحِ

Carilah kekayaan pada pernikahan.(Lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Wallahu A’lam.