Home DZIKIR & DOA

Kontroversi Dzikir dan Shalawat Di Sela-Sela Tarawih

234
SHARE

Bismillahirrahmanirrahim

Masalah ini diperselisihkan ulama sejak dahulu sampai sekarang.

Imam Al Kasani Rahimahullah mengatakan:

ومنها -أي سنن صلاة التراويح- أن الإمام كلما صلى ترويحة قعد بين الترويحتين قدر ترويحة يسبح، ويهلل ويكبر، ويصلي على النبي صلى الله عليه وسلم ويدعو وينتظر أيضا بعد الخامسة قدر

Di antara Sunnah-sunnah shalat tarawih adalah bahwa imam di tiap shalat tarawih dia duduk di antara dua shalat, dia bertasbih, tahlil, takbir, BERSHALAWAT atas Nabi ﷺ, berdoa, dan menunggu juga setelah yg shalat yg kelima seukuran sekali rehat, sebab hal ini adalah warisan kaum salaf. Ada pun istirahat setelah lima kali salam apakah ini disunnahkan? Sebagian katakan: YA, sebagian lain mengatakan tidak sunnnah, dan inilah yang benar, sebab itu menyelisihi perilaku kaum salaf. (Bada’i Ash Shana’i, 1/290)

Imam Ibnu Hajar Al Haitami ditanya tentang shalawat ditiap-tiap setelah shalat tarawih, Beliau mengatakan bahwa itu bid’ah jika dilakukan karena mengkhususkannya, tapi tidak apa-apa bagi yang tidak mengkhususkannya, Beliau mengatakan:

الصلاة في هذا المحل بخصوصه لم نر شيئاً في السنة ولا في كلام أصحابنا فهي بدعة ينهى عنها من يأتي بها بقصد كونها سنة في هذا المحل بخصوصه دون من يأتي بها لا بهذا القصد، كأن يقصد أنها في كل وقت سنة من حيث العموم بل جاء في أحاديث ما يؤيد الخصوص إلا أنه غير كاف في الدلالة لذلك. انتهى.

Bershalawat pada posisi ini secara khusus, kami belum melihat ini sebagai sunnah, tidak pula kami melihat ini sebagai perkataan sahabat-sahabat kami (Syafi’iyah). Maka, ini adalah bid’ah yang terlarang bagi yang mengkhususkannya, tapi bukan bagi yang melakukannya dgn tidak mengkhususkannya. (Al Fatawa Al Fiqhiyah Al Kubra, 1/186)

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah mengatakan:

وأما التهليل والتسبيح والصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم ونحو ذلك من أنواع الذكر بعد كل ركعتين في صلاة التراويح أو بعد كل أربع فمحل خلاف بين أهل العلم رحمهم الله تعالى، فمنهم من استحبه ومنهم من أجازه ومنهم من عده بدعة منهيا عنها.

Ada pun tahlil, tasbih, shalawat kepada Rasulullah ﷺ, dan dzikir lainnya, setelah tiap-tiap dua rakaat tarawih, atau empat rakaat, adalah zona khilafiyah para ulama Rahimahullah, di antara mereka ada yang menyunnahkan, membolehkan, dan ada juga yg menilainya bid’ah terlarang. (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 69133)

Maka, lapang dada saja. Bagi yang meyakini itu ada, maka silahkan jalankan penuh khidmat jangan sampai dijadikan gurauan. Jangan ingkari yang lain.

Bagi yang meyakini itu tidak ada, silahkan jalankan keyakinannya. Jangan pula ingkari yang lain pendapat.

Imam Sufyan Ats Tsauri Rahimahullah

إذا رأيت الرجل يعمل العمل الذي قد اختلف فيه وأنت ترى غيره فلا تنهه.

“Jika engkau melihat seorang melakukan perbuatan yang masih diperselisihkan, padahal engkau punya pendapat lain, maka janganlah kau mencegahnya. (Imam Abu Nu’aim Al Asbahany, Hilaytul Auliya, 3/133)

Demikian. Wallahu a’lam