Home KONSULTASI SYARIAH

Membaca Istirja’, Adakah Dalilnya?

71
SHARE

Pertanyaan:

Ustadz, apakah ada dalil atau tuntunan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mengatakan bahwa kalau ada orang yang meninggal, kita yang mendengar kabar hendaknya membaca istirja’ (innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun)? Atau jika tidak ada, bagaimana sikap seharusnya. Syukran.


Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Ucapan tersebut dianjurkan, baik bagi yang mengalami atau saudaranya yang mengetahui musibah tersebut, hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji‘uun” [sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali]. (Q.S. Al-Baqarah: 156)

Dalam hadits:

ابْنَ سَفِينَةَ يُحَدِّثُ أَنَّهُ سَمِعَ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ
{ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ }
اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَجَرَهُ اللَّهُ فِي مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّيَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِي خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Ibnu Safinah menceritakan bahwa ia mendengar Ummu Salamah isteri Nabi ﷺ berkata; Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah, ‘INAA LILLAHI WAINNAA ILAIHI RAAJI’UUN ALLAHUMMA`JURNII FII MUSHIIBATI WA AKHLIF LII KHAIRAN MINHAA (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Ya Allah, berilah kami pahala karena musibah ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya).’ melainkan Allah menukar baginya dengan yang lebih baik.” Ummu Salamah berkata; Ketika Abu Salamah telah meninggal, maka saya pun membaca sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullahﷺ lalu Allah pun menggantikannya untukku dengan yang lebih baik darinya yaitu Rasulullah ﷺ.
(H.R. Muslim no. 918)

Wallahu A’lam.