Home FIQIH IBADAH FIQIH SHALAT

Membaca Satu Surat untuk Dua Rakaat

93
SHARE

Membaca satu surat dalam dua rakaat, atau dalam dua rakaat membaca ayat-ayat dari surat yang sama, adalah boleh.

‘Urwah Radhiallahu’ Anhu berkata:

أَنَّ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ
صَلَّى الصُّبْحَ فَقَرَأَ فِيهَا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فِي الرَّكْعَتَيْنِ كِلْتَيْهِمَا

Bahwa Abu Bakar Ash Shiddiq shalat Shubuh. Dia membaca surat Al Baqarah dalam dua rakaat tersebut. (Imam Malik, Al Muwaththa’, No. 186)

Sebagian ulama, seperti Imam Malik Rahimahullah, memakruhkannya. Padahal ini ada dalam kitab Al Muwaththa’-nya. Baginya, apa yang dilakukan Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu posisinya sebagai pendapat sahabat Nabi saja, dan belum sampai kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ juga melakukannya.

Hal ini ditanggapi Imam Ibnu Abdil Bar Rahimahullah dalam Al Istidzkar:

وقد روي عن مالك أنه كره أن يقسم المصلي سورة بين ركعتين في الفريضة، وذلك لانه لم يبلغه أن النبي صلى الله عليه وسلم فعله، بل بلغه أن فعل رسول الله صلى الله عليه وسلم و أكثر الصحابة كان قراءة فاتحة الكتاب و سورة في كل ركعة. و ربما جمع بعضهم السورتين مع فاتحة الكتاب في ركعة

Diriwayatkan dari Imam Malik bahwa beliau memakruhkan seorang yang shalat membagi sebuah surat dalam rakaat pada shalat wajib. Hal ini karena belum sampai kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ melakukannya, tetapi yang sampai kepadanya adalah Rasulullah ﷺ dan kebanyakan para sahabat membaca Al Fatihah dan satu surat pada tiap rakaat. Barangkali juga menggabungkan dua surat bersama Al Fatihah dalam satu rakaat. (Syuruh Al Muwaththa’, 4/263)

Demikian. Wallahu A’lam.

✍ Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah