Home AL QUR'AN

Mendulang Faidah Dari Surat Al Fatihah (Bag. 3)

108
SHARE

Makkiyah atau Madaniyah ?

Imam Ibnu Katsir menceritakan:

وهي مكية، قاله ابن عباس وقتادة وأبو العالية، وقيل مدنية، قاله  أبو هريرة ومجاهد وعطاء بن يسار والزهري. ويقال: نزلت مرتين: مرة بمكة، ومرة بالمدينة، والأول أشبه لقوله تعالى: { وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي } [الحجر: 87]، والله أعلم  . وحكى أبو الليث السمرقندي أن نصفها نزل بمكة ونصفها الآخر نزل بالمدينة، وهو غريب جدًا، نقله القرطبي عنه

Ini termasuk Makkiyah, sebagaimana perkataan Ibnu Abbas, Qatadah, dan Abul ‘Aliyah. Ada juga yang mengatakan Madaniyah, itulah perkataan Abu Hurairah, Mujahid, ‘Atha bin Yassar, dan Az Zuhri. Ada yang mengatakan: turunnya dua kali, sekali di Mekkah dan sekali di Madinah. Pendapat pertama mirip dengan firman Allah Ta’ala: “dan Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang diulang-ulang.” (Q.S. Al Hijr: 87). Wallahu A’lam

Abu Al laits As Samarqandi menceritakan bahwa sebagiannya turun di Makkah, sebagian lain di Madinah. Ini pendapat sangat aneh. Ini dinukil oleh Al Qurthubi. 1]

Jumlah Ayat

Imam Ibnu Katsir mengatakan:

وهي سبع آيات بلا خلاف، [وقال عمرو بن عبيد: ثمان، وقال حسين الجعفي: ستة   وهذان شاذان]

Al Fatihah 7 ayat, tanpa diperselisihkan lagi. ‘Amru bin Ubaid mengatakan 8, Husein Al Ju’fi mengatakan 6. Kedua pendapat ini syadz (janggal). 2]

Kedudukan Al Fatihah dalam Shalat

Sahkah shalat tanpa membaca Al Fatihah?

Golongan pertama mengatakan sah, walau membaca surat lain yang termudah baginya. Bagi golongan ini tidak ada surat spesifik yang wajib dibaca dalam shalat.  Inilah pandangan Imam Al Auza’i, Imam Sufyan Ats Tsauri, Imam Abu Hanifah dan para sahabatnya, serta orang yang menyepakati mereka.

Alasannya adalah sesuai dengan keumuman ayat:

فاقرءوا ما تيسر من القرآن

“Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran.” (Q.S. Al Muzammil (73): 20)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda;

إذا قمت إلى الصلاة فكبر، ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن

“Jika kamu hendak shalat, maka bertakbirlah, lalu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran.” 3]

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata tentang kelompok ini:

قالوا: فأمره بقراءة ما تيسر، ولم يعين له الفاتحة ولا غيرها، فدل على ما قلناه

“Mereka berkata: Rasulullah memerintahkan untk membaca yang termudah, bukan mengkhususkan Al Fatihah dan tidak pula yang lainnya. Ini menunjukkan kebenaran apa yang kami katakan.” 4]

 

Ust. Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah


[1] Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 1/105
[2] Ibid
[3] H.R. Bukhari No. 724, 5897, 6290. Muslim No. 397,  Abu Daud No. 856, At Tirmidzi No. 302, Ibnu Hibban No.1890, Al Baihaqi dalam Sunannya No.2091, Ibnu Khuzaimah No. 461, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf , 1/322. Ahmad No, 9635
[4] Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 1/108