Home KONSULTASI SYARIAH

Mengeraskan Bacaan Takbir saat Shalat

13
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz.
Saya ingin bertanya tentang bacaan takbir pada takbiratul ihram dan setiap gerakan dalam shalat. Ada yang mengatakan bahwa saat takbiratul ihram dan setiap gerakan shalat saat mengucapkan “Allahu Akbar”, suara harus dijaharkan (dikeraskan) dan tidak sah jika hanya dalam hati. Mohon penjelasannya. Jazakallah khairan katsiran.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Benar, takbiratul ihram tidak sah di hati, mesti diucapkan baik jahr atau sir. Minimal bisa didengar oleh diri sendiri.

Sebagian ulama lain membolehkan tidak bersuara, asalkan lisannya bergerak.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

1- ذهب جمهور أهل العلم من الشافعية والحنابلة والحنفية في أصح القولين إلى أنه يجب أن يتلفظ المصلي بالتكبير بحيث يسمع صوت نفسه ، ولا يجزئه أن يحرك لسانه من غير صوت ، وهكذا في كل ذكر قولي ، لا يعتد به إذا كان بدون صوت .

Mayoritas ulama, baik Syafi’iyah, Hambaliyah, dan Hanafiyah -menurut pendapat yang shahih dari dua pendapat- mengatakan bahwa wajib bagi orang yang shalat melafazhkan takbirnya sejauh bisa didengar oleh dirinya sendiri. Tidak sah hanya menggerakkan lisan saja tanpa suara. Demikian juga dzikir yang sifatnya ucapan, tidak cukup diucapkan tanpa suara.

2- وذهب بعض أهل العلم إلى أنه يجزئ أن يحرك لسانه ويخرج الحروف دون صوت ، وهو مذهب المالكية ، والحنفية في قولهم الآخر ، واختيار شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله .

Sebagian ulama mengatakan SAH takbiratul ihram hanya dengan menggerakkan lisan dan keluarnya huruf walau tanpa suara. Ini pendapat Malikiyah dan Hanafiyah dalam pendapat yang lain. Ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

(Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 114369)

Demikian. Jadi tidak ada satu pun madzhab yang membenarkan dalam hati saja.

Wallahu A’lam.