Home KONSULTASI SYARIAH

Mengingatkan Imam yang Lupa

137
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Kebetulan saya tinggal di rumah dekat masjid dan selalu shalat berjamaah. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukumnya kalau kita melakukan shalat berjamaah dan imamnya lupa satu rakaat lagi dan beliau langsung tasyahud akhir? Apakah benar shalat kita tetap sah? Atau kita harus melakukan shalat satu rakaat lagi yang kurang tadi? Mohon jawabannya. Syukran.

Kebetulan imam di masjid saya sering lupa dalam shalat dan kadang juga sering lupa ayat yang dibaca walau satu ayat. Bagaimana hukumnya kita sebagai ma’mum dari beliau, apakah dosa kita sebagai ma’mum ataukah imamnya harus diganti?


Jawaban Ust. Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Ketahuilah kekurangan imam, atau bahkan kesalahan fatal imam, semuanya ditanggung oleh imam itu sendiri, bahkan tidaklah ditanggung oleh makmum. Hal ini berdasarkan beberapa dalil berikut: Allah Ta’ala berfirman:

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (Q.S. An Najm : 38-39)

Ayat lain:

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (Q.S. Al Mudatsir (74): 38)

Dalam hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلُّونَ بِكُمْ فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ

Dari Abu Hurairah dia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Mereka shalat sebagai imam bagi kalian, maka jika mereka benar, pahalanya bagi kalian dan mereka, dan jika mereka salah, maka pahalanya untuk kalian, dosanya ditanggung mereka.” (H.R. Bukhari No. 694)

Sahl berkata:

إِنِّي سَمِعْتُ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْإِمَامُ ضَامِنٌ فَإِنْ أَحْسَنَ فَلَهُ وَلَهُمْ وَإِنْ أَسَاءَ يَعْنِي فَعَلَيْهِ وَلَا عَلَيْهِمْ

Sesungguhnya aku mendengar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ”Imam itu adalah penanggung jawab, jika dia benar, maka pahalanya bagi dia dan bagi makmum, jika dia salah, maka tanggung jawabnya adalah kepadanya, bukan kepada makmum.” (H.R. Ibnu Majah No. 981, Syaikh Al Albani mengatakan: shahih. Lihat  Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 981)                

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

تصح إمامة من أخل بترك شرط أو ركن إذا أتم المأموم وكان غير عالم بما تركه الامام

Bermakmum kepada orang yang tertinggal syarat dan rukun shalat adalah sah, dengan syarat makmum tidak tahu kesalahan tersebut dan dia menyempurnakan apa-apa yang ditinggalkan oleh imam.” (Fiqhus Sunnah, 1/241)

Wallahu A’lam.