Home KONSULTASI SYARIAH

Menyembelih Hadyu Tamattu’ sebelum Tanggal 10 Dzulhijjah, Bolehkah?

19
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Mohon penjelasan tentang pemotongan hewan hadyu tamattu’ bagi jamaah haji sebelum tgl 10 Dzulhijjah. Syukran.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Ini diperselisihkan para ulama. Jumhur mengatakan tidak boleh, madzhab Syafi’iy mengatakan sah, begitu pula Syaikh Abdullah bin Mani’ Hafizhahullah, anggota Hai’ah Kibaril Ulama di kerjaaan Arab Saudi.

Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah mengatakan:

فأما وقت إخراجه فيوم النحر . وبه قال مالك , وأبو حنيفة ; لأن ما قبل يوم النحر لا يجوز فيه ذبح الأضحية , فلا يجوز فيه ذبح هدي التمتع , كقبل التحلل من العمرة … وقال الشافعي : يجوز نحره بعد الإحرام بالحج قولا واحدا , وفيما قبل ذلك , بعد حله من العمرة , احتمالان . ووجه جوازه أنه دم يتعلق بالإحرام , وينوب عنه الصيام , فجاز قبل يوم النحر , كدم الطيب واللباس , ولأنه يجوز إبداله قبل يوم النحر , فجاز أداؤه قبله , كسائر الفديات ” انتهى .

Adapun waktu mengeluarkannya adalah pada hari Nahr (Hari Raya Qurban). Ini adalah pendapat Malik dan Abu Hanifah. Karena sebelum hari Nahr tidak boleh menyembelih qurban, maka tidak boleh menyembelih hadyu tamattu’, seperti (tidak bolehnya) tahallul sebelum umrah.

Asy-Syafi’iy berkata, dibolehkan menyembelihnya setelah melakukan ihram haji dalam satu pendapat, juga sebelumnya setelah dia tahallul dari ihram umrah, jadi ada dua kemungkinan.

Alasan dibolehkannya adalah dia merupakan dam yang terkait dengan ihram dan dapat diganti dengan puasa, maka boleh dilakukan sebelum hari nahr (Idul Adha), seperti halnya dam karena mengenakan wewangian atau memakai pakaian berjahit. Dan karena dia dapat diganti sebelum hari Nahar, maka mestinya (menyembelih hadyu) dapat dilakukan sebelumnya, sebagaimana fidyah-fidyah lainnya. (Al Mughni, 3/247)

Imam An Nawawiy Rahimahullah berkata:

” فالحاصل في وقت جوازه ثلاثة أوجه : أحدها : بعد الإحرام بالعمرة , وأصحها : بعد فراغها , والثالث : بعد الإحرام بالحج “

Kesimpulannya tentang waktu dibolehkannya menyembelih ada tiga pilihan: salah satunya, setelah mulai ihram umrah, yang paling kuat adalah setelah selesai dari umrah, dan ketiga setelah mulai ihram haji. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 7/184)

Kemudian, bagaimana kalau kita ikut pendapat fatwa ulama yang membolehkan? Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

إذا كان الحاج اعتمد على من أفتاه بجواز الذبح يوم التروية ، فذبحه مجزئ ولا شئ عليه .

Jika jamaah haji berpedoman dengan fatwa yang membolehkan menyembelih pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), maka sembelihannya sah dan tidak ada konsekuensi apa-apa baginya. (Al Islam Su’aal wa Jawab no. 145438)

Wallahu A’lam.

SHARE
Previous articleMakan Kelinci dan Kanguru