Home TJ FIQIH IBADAH TJ FIQIH THAHARAH

Menyentuh Najis yang Telah Kering

380
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Jika najis dalam bentuk kering (misalnya: kotoran kucing kering), apakah harus dicuci jika tersentuh kulit? Apakah jika dalam kondisi basah saja najis tersebut harus dicuci? Jazakallahu khairan.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Kalau sama-sama kering; najisnya kering, kulitnya juga kering maka itu tidak membuatnya jadi najis.

Imam As Suyuthi Rahimahullah berkata:

قال القمولي في الجواهر: النجس إذا لاقي شيئاً طاهراً وهما جافان لا ينجسه

Berkata Al Qamuliy dalam Al Jawahir: “Najis jika bertemu sesuatu yang suci dan keduanya kering maka tidak menajiskannya.” (Al Asybah wan Nazhaair, 1/432)

Syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah mengatakan:

لا يضر لمس النجاسة اليابسة بالبدن والثوب اليابس…؛ لأن النجاسة إنما تتعدى مع رطوبتها

Tidak apa-apa sentuhan najis yang sudah kering dengan badan, pakaian, karena kenajisan itu terus berlangsung selama dia basah. (Fatawa Islamiyyah, 1/194)

Jadi, kalau sama-sama kering, tidak usah dicuci. Tapi, kalau ingin tetap dicuci juga tentu bagus, untuk menghilangkan waswas. Kalau najisnya masih basah, barulah dicuci sampai bersih.

Demikian. Wallahu A’lam.