Home FIQIH

Nasab Anak Zina ke Siapa?

14
SHARE

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah mengatakan:

وأما نسبة الطفل ، فإنه ينسب إلى أمه وأهلها نسبة شرعية صحيحة تثبت بها الحرمة والمحرمية ….

Adapun nasab anaknya, dia dinasabkan ke ibunya dan keluarga ibunya, sebagai nasab yang syar’iy dan sah sehingga telah pasti hubungan kemahraman… (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 6045)

Fatwa Al Lajnah Ad Daimah:

أما ولد الزنا فيلحق نسبا بأمه ، وحكمه حكم سائر المسلمين إذا كانت أمه مسلمة ، ولا يؤاخذ ولا يعاب بجرم أمه

Adapun anak zina disandarkan nasabnya ke ibunya, dia dihukumi sama dengan seluruh kaum muslimin jika ibunya seorang muslimah, dia tidak boleh disalahkan, dicela, oleh karena kejahatan ibunya. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 22/34)

Anak zina hakikatnya tidak memiliki ayah, walau dia hasil pembuahan laki-laki dan perempuan. Maka, dia dinasabkan ke ibunya, dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama (sebagian membolehkan dinasabkan ke ayah biologisnya seperti pendapat Ishaq bin Rahawaih, Imam Abu Hanifah, dan lain-lain). Hal ini mirip dengan Nabi Isa ‘Alaihissalam, yang lahir tanpa ayah maka Allah Ta’ala menasabkan kepada ibunya, Isa bin Maryam.

Ini bukan bermakna Nabi Isa ‘Alaihissalam adalah anak zina, sekali lagi bukan, dan sangat aneh dan jelek jika ada yg berpikir seperti itu, sebab Maryam adalah wanita suci yg hamil atas kehendak Allah Ta’ala tanpa adanya suami, sehingga Nabi Isa ‘Alaihissalam tidak memiliki ayah, yang akhirnya dinasabkan ke ibunya.

Demikian. Wallahu A’lam.

🖋 Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah