Home KONSULTASI SYARIAH

Pajak Penyedia Jasa Online

78
SHARE
Pajak Penyedia Jasa Online

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, mohon penjelasan hukum bekerja di tempat penyedia jasa online dan pembayaran pajak bagi perusahaan-perusahaan hukumnya apa dalam syariat Islam?

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim.

Pajak yang adil (Adh Dharibah Al ‘Aadilah) adalah BOLEH menurut 4 madzhab.

Syaikh Al Qaradhawi Hafizhahullah berkata:

فقهاء من المذاهب الأربعة يجيزون الضرائب العادلة:وبعد أن فندنا كل الشبهات التي يتمسك بها معارضو شرعية الضرائب العادلة، يحسن بنا -لتأكيد ما بيَّناه في هذا الفصل- أن نذكر أن الفقه الإسلامي قد عرف ضرائب غير الزكاة، أعني ضرائب عادلة أقرها جماعة من فقهاء المذاهب المتبوعة، كما عرفوا الضرائب غير العادلة، ورتبوا عليها أحكامًا.لكنهم لم يطلقوا على هذه وتلك اسم “الضرائب” بل سماها بعض الفقهاء من المالكية: “الوظائف” أو “الخراج”. وسماها بعض الحنفية: ” النوائب ” -جمع نائبة- وهى أسم لما ينوب الفرد من جهة السلطان، بحق أو باطل .وسماها بعض الحنابلة: “الكلف السلطانية” أي التكليفات المالية التي يُلزم بها السلطان رعيته أو طائفة منهم.

Ahli fiqih madzhab empat membolehkan pajak yang adil.

Setelah kita bantah semua syubhat yang dijadikan pegangan pihak yang menentang digunakannya sistem pajak yang adil, ada baiknya untuk memperkuat keterangan kita dalam bagian ini, kita katakan bahwa fiqih Islam telah mengenal pajak-pajak selain zakat, yakni pajak yang adil yang telah ditetapkan jamaah ahli fiqih dari madzhab-madzhab yang dianut sebagaimana mereka juga telah mengatahui pajak-pajak yang tidak adil dan menetapkan hukum-hukumnya.

Akan tetapi para ahli fiqih itu memang tidak mengistilahkannya dengan nama “pajak”, tetapi sebagian ahli fiqih Maliki menamakannya dengan wazha-if atau kharraj. Sebagian Hanafi menyebut nawa-ib, jamak dari naaibah, yaitu nama bagi sesuatu yang menggantikan seseorang dari pihak sultan dengan sesuatu yang hak atau batil. Sebagian pengikut Hambali menamakannya dengan Kalf as Sulthaniyah, yaitu beban harta yang diwajibkan sultan terhadap rakyatnya atau kepada sebagian dari mereka.” (Fiqhuz Zakah, 2/428)

Kalau pajak boleh, maka menjadi penyedia jasa layanan online pajak juga tidak masalah. Selama memang pajak itu adil. Jika zhalim dan mencekik, maka itu terlarang.

Wallahu a’lam.