Home LAIN-LAIN DAKWAH

Pentingnya Belajar Agama

52
SHARE

Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

“Apabila kalian melewati taman surga, maka perbanyaklah dzikir!” Aku katakan; apakah taman surga itu wahai Rasulullah? Beliau mengatakan: “Halaqah-halaqah dzikir.” (H.R. At Tirmidzi no. 3510, kata Imam At Tirmidzi: hasan gharib)

Apakah makna “Hilaqudz Dzikri” (Halaqah-Halaqah Dzikir)?

Imam ‘Atha bin Abi Rabah Rahimahullah menjelaskan di antara maknanya:

مجالسُ الذِّكر هي مجالسُ الحلال والحرام، كيف تشتري وتبيعُ وتصلّي وتصومُ وتنكحُ وتطلّق وتحجّ، وأشباه هذا.

Majelis dzikir adalah majelis tentang halal haram, bagaimana anda membeli, menjual, shalat, puasa, nikah, cerai, haji, dan yang semisalnya. (Dikutip oleh Imam An Nawawi, Al Adzkar, 1/49)

Imam Sufyan bin ‘Uyainah Rahimahullah berkata:

لم يعط أحد في الدنيا شيئا أفضل من النبوة،ولم يعط بعدالنبوة شيئا أفضل من طلب العلم والفقه قيل له:عمن هذا؟ فقال:عن الفقهاء كلهم

Tidak ada sesuatu yang diberikan kepada seseorang yang lebih utama dibanding risalah kenabian, dan tidak ada setelah risalah kenabian sesuatu yang lebih utama bagi seseorang dibanding menuntut ilmu dan belajar fiqih. Dikatakan kepadanya: “Tentang siapakah ini?” Beliau menjawab: “Tentang ahli fiqih semuanya. (Manaqib Al Baihaqi, 1/139)

Kedudukan yang tinggi ini bagi para fuqaha ini, hanya jika benar tujuannya, bukan untuk dunia, harta, dan kedudukan.

Imam Abu Bakar Al Hishniy Ad Dimasyqiy Rahimahullah memberikan nasihat:

وَهَذَا لمن طلبه للتفقه فِي الدّين على سَبِيل النجَاة لا قصد الترفع على الأقران وَالْمَال والجاه، قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم: ” من تعلم علما مِمَّا يبتغى بِهِ وَجه الله تَعَالَى لَا يتعلمه إِلَّا ليصيب بِهِ غَرضا من الدُّنْيَا لم يجد عرف الْجنَّة يَوْم الْقِيَامَة”

Kedudukan ini adalah bagi yang menuntut ilmu agama untuk kesuksesan akhirat, bukan bermaksud persaingan, harta, dan kedudukan. Sebab Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang menuntut ilmu yang padanya seharusnya dia mencari ridha Allah, dia tidak mencarinya melainkan menginginkan target dunia, maka dia tidak dapat mencium aroma surga pada hari kiamat nanti.(Kifaayatul Akhyar, Hal. 4)

So, tetap semangat untuk hadir di majelis-majelis ilmu, mengaji dan mengkaji Islam, berkumpul dengan orang-orang baik, dan keberkahan majelis, serta tidak cukup di media sosial (medsos) saja.

Insya Allah, dan semoga dunia akhirat kita akan lebih baik. Aamiin

✍ Ust. Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah