Home AQIDAH

Seburuk-buruknya Makhluk, Siapa Sajakah? (Bag. 1)

55
SHARE
1) Musyrikin dan Ahli Kitab

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ

Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik [akan masuk] ke neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah seburuk-buruknya makhluk. (Q.S. Surat Al-Bayyinah, Ayat 6)

Dalam ayat ini disebutkan dua golon manusia yang disebut dengan seburuk-buruknya makhluk, yaitu Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan musyrikin. Mengapa?Karena mereka berada pada puncak kemaksiatan yaitu kekafiran.

Maka, Allah Ta’ala menyebut mereka dengan innalladziina kafaruu: “sesungguhnya orang-orang kafir …”

Kata MIN dalam kalimat min ahlil kitab wal musyrikin, bukan bermakna tab’idhiyah (sebagian Ahli Kitab dan musyrikin). Tapi, itu bermakna penegas dan penjelas bahwa mereka adalah kafir, bukan bermakna sebagian mereka saja yang kafir.

Hal ini sama dengan ayat berikut:

فَٱجۡتَنِبُواْ ٱلرِّجۡسَ مِنَ ٱلۡأَوۡثَٰنِ

“… maka jauhilah olehmu [penyembahan] berhala-berhala yang najis itu. …” (Q.S. Al-Hajj, Ayat 30)

Kalimat: minal autsaan, bukan bermakna sebagian berhala. Tapi, semua aktivitas penyembahan kepada berhala itu najis dan jauhi.

Oleh karena itu Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan:

  يخبر تعالى عن مآل الفجار من كفرة أهل الكتاب والمشركين المخالفين لكتب الله المنزلة وأنبياء الله المرسلة أنهم يوم القيامة في نار جهنم خالدين فيها أي ماكثين لا يحولون عنه

Allah Ta’ala mengabarkan tentang akibat yang diterima orang-orang berdosa, berupa kekafiran ahli kitab dan musyrikin yang menyelisihi kitab-kitab Allah, dan menyelisihi para nabi. Bahwa mereka hari kiamat nanti di neraka jahanam kekal abadi, yaitu mereka menjadi orang-orang yang menetap di sana, tidak berubah dan terus menerus. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/457)

Demikian. Wallahu A’lam…

(Bersambung)

✍ Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah