Home KONSULTASI SYARIAH

Sedang Ihram Menutupi Kepala karena ‘Uzur, Bolehkah?

8
SHARE

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustadz.
Saat umrah untuk laki-laki, apakah boleh memakai pelindung kepala? Karena kondisi di kepala ada tumor yang tidak boleh terkena sinar matahari. Jazakallah khair.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh

Memakai tutup kepala bagi kaum laki-laki saat ihram adalah terlarang, baik itu topi, peci, sorban, dan apa pun yang langsung bersentuhan dengan kepala.

Hal ini berdasarkan hadits berikut:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَ
بَيْنَمَا رَجُلٌ وَاقِفٌ بِعَرَفَةَ إِذْ وَقَعَ عَنْ رَاحِلَتِهِ فَوَقَصَتْهُ أَوْ قَالَ فَأَوْقَصَتْهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْنِ وَلَا تُحَنِّطُوهُ وَلَا تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلَبِّيًا

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma berkata: “Ada seorang laki-laki ketika sedang wukuf di ‘Arafah terjatuh dari hewan tunggangannya sehingga ia terinjak” atau dia Ibnu ‘Abbas Radliallahu ‘Anhuma berkata: “Hingga orang itu mati seketika”. Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua helai kain dan janganlah diberi wewangian dan jangan pula diberi tutup kepala karena dia nanti akan dibangkitkan pada hari qiyamat dalam keadaan bertalbiyyah.” (H.R. Muttafaq ‘Alaih)

Adapun menutupi kepala tapi tidak menyentuh kepala, seperti dengan payung, atau payung kecil yang dililit kepala, apalagi jika ada ‘udzur seperti sakit, maka ini boleh.

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

جَوَاز تَظْلِيل الْمُحْرِم عَلَى رَأْسه بِثَوْبٍ وَغَيْره , وَهُوَ مَذْهَبنَا وَمَذْهَب جَمَاهِير الْعُلَمَاء

Bolehnya orang yang ihram membuat naungan di kepalanya, baik dengan kain, atau lainnya. Inilah madzhab kami [Syafi’iyah], dan madzhab MAYORITAS ulama. (Syarh Shahih Muslim, 9/46)

Dalilnya adalah:

عَنْ أُمِّ الْحُصَيْنِ جَدَّتِهِ قَالَتْ
حَجَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّةَ الْوَدَاعِ فَرَأَيْتُ أُسَامَةَ وَبِلَالًا وَأَحَدُهُمَا آخِذٌ بِخِطَامِ نَاقَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْآخَرُ رَافِعٌ ثَوْبَهُ يَسْتُرُهُ مِنْ الْحَرِّ حَتَّى رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ

Dari Ummu Hushain kakeknya, ia berkata: Aku ikut menunaikan haji bersama-sama dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika haji wada’. Aku melihat Bilal dan Usamah; yang satu memegang tali Unta Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan yang satu lagi memayungi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan bajunya dari terik matahari sampai beliau selesai melempar Jamrah Aqabah. (H.R. Muslim No. 1298)

Maka, jika anda menutup kepala karena sakit, dan tutupan itu tidak langsung bersentuhan kulit kepala maka tidak apa-apa. Bisa dipakai payung atau sejenisnya.

Demikian. Wallahu A’lam.