Home FIQIH IBADAH

Sekali Lagi, Zakat Fitrah dengan Uang

96
SHARE

Tahun lalu sudah kami bahas cukup panjang di https://alfahmu.id/zakat-fitri-dengan-uang-terlarangkah/

Berikut ini adalah tambahan referensi, BOLEHnya zakat fitrah/Fitri dengan mengeluarkan harga dari harta zakatnya.

Abu Ishaq As Sabi’i -seorang tabi’iy yg pernah berjumpa 30 sahabat Nabi ﷺ- berkata:

أدركتهم وهم يؤدون في صدقة رمضان الدراهم بقيمة الطعام

Aku mendapati para sahabat Nabi ﷺ menunaikan zakat di bulan Ramadhan dalam bentuk mata uang (dirham) yg senilai dengan makanan (1 sha’). (H.R. Ibnu Abi Syaibah, 3/65)

Kebolehan ini juga menjadi madzhab-nya Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah. Selama ini dikira hanya Imam Abu Hanifah dari imam yang empat menyetujui zakat fitrah dengan uang.

Imam Ibnu Taimiyah menjelaskan:

وأما إذا أعطاه القيمة ففيه نزاع : هل يجوز مطلقاً؟ أو لا يجوز مطلقاً؟ أو يجوز في بعض الصور للحاجة، أو المصلحة الراجحة؟ على ثلاثة أقوال ـ في مذهب أحمد وغيره ـ وهذا القول أعدل الأقوال” يعني القول الأخير

Adapun jika ia (muzakki) mengeluarkan zakatnya dalam bentuk mata uang maka terdapat khilaf di antara ulama.

– Apakah boleh secara mutlak?,
– Apakah tidak boleh secara mutlak?,
– Apakah boleh dalam kondisi tertentu karena ada hajat?,
– Dan atau boleh karena ada maslahat lebih kuat?

Di dalam madzhab Imam Ahmad bin Hanbal hal ini ada 3 qaul (pendapat). Dan pendapat yang terakhir (BOLEH karena adanya maslahat yang kuat) adalah PENDAPAT YANG PALING ADIL. (Majmu’ul Fatawa, 25/79)

Imam Al Bukhari, sebagaimana yang diceritakan Imam Ibnu Rusyd – dikutip Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani:

وافق البخاري في هذه المسألة الحنفية مع كثرة مخالفته لهم لكن قاده إلى ذلك الدليل

Di dalam hal ini (zakat dengan mata uang), Al-Bukhari sependapat dengan Hanafiyah walaupun lebih banyak berbeda di dalam banyak hal namun khusus masalah ini dalil-lah yang menuntun beliau untuk sependapat dengan Hanafiyah. (Fathul Bari, 3/312)

Demikian. Wallahu A’lam.

 

✍ Ust. Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah