Home KONSULTASI SYARIAH

Sekali Mandi Wajib untuk Junub dan Haid Sekaligus

240
SHARE
Cupped Hands Under Shower

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Ketika seorang wanita dalam keadaan junub tetapi belum bersuci, ternyata pagi hari mendapat haid, bagaimana cara bersucinya? Niatnya dobel atau bagaimana, Ustadz? Syukran.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Bolehkah mandi junub dan haid dalam sekali mandi? Ya boleh, misalkan seorang istri jima’, tidak lama kemudian dia haid, dan belum sempat mandi junub, maka keadaan ini tidak apa-apa baginya hanya sekali mandi saat selesai haidnya nanti. Sebab Nabi ﷺ pernah menggilir beberapa istrinya dalam satu malam tapi Beliau ﷺ hanya melakukan sekali mandi.

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يطوف على نسائه بغسل واحد

Bahwa Nabi ﷺ pernah berkeliling menggilir istri-istrinya dengan sekali mandi. (H.R. Muslim No. 309)

Hal ini sama dengan orang yang buang angin, lalu dia buang besar, buang air kecil, maka dia tidak usah tiga kali wudhu, cukup baginya hanya sekali wudhu saja untuk menghilangkan kondisi hadats itu semua. Juga sama dengan orang yang junub di hari Jumat, lalu dia mandi junub dan mandi Jumat sekaligus, maka ini juga boleh.

Imam An Nawawi Rahimahullah berkata:

ولو نوى بغسله غسل الجنابة والجمعة حصلا جميعا هذا هو الصحيح

Seandainya mandinya itu berniat dengan mandi janabah dan Jumat, maka kedua mandi itu telah didapatkannya. Inilah yang benar. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 1/368)

Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah juga berkata:

فإن اغتسل للجمعة والجنابة غسلا واحدا ونواهما أجزأه ولا نعلم فيه خلافا

Sesungguhnya mandi karena Jumat dan junub dengan sekali mandi dengan meniatkan keduanya itu sudah mencukupi, dan kami tidak ketahui adanya perselisihan dalam masalah ini. (Al Mughni, 2/199)

Imam As Suyuthi Rahimahullah berkata:

إذا اجتمع أمران من جنس واحد ولم يختلف مقصودهما دخل أحدهما في الآخر غالبا فمن فروع ذلك إذا اجتمع حدث وجنابة كفى الغسل على المذهب كما لو اجتمع جنابة وحيض

Jika berkumpul dua hal dalam satu jenis yang sama, namun maksud keduanya tidak berbeda maka biasanya yang satu sudah mencakup yang lainnya. Perincian masalah ini, seperti jika berkumpul antara hadats dan junub maka cukuplah sekali mandi menurut madzhab [Syafi’iy], sebagaimana seandainya berkumpul antara junub dan haid. (Al Asybah wan Nazhair, 1/288)

Demikian. Wallahu A’lam.