Home KONSULTASI SYARIAH

Serba-serbi Barang Temuan

54
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Begini, saya sering bingung kalau sudah menemukan barang yang hilang. Seperti beberapa kasus di bawah ini:

Kasus satu, misal ayah saya menemukan handphone (HP) yang jatuh di jalan. Misalnya ayah saya tidak terlalu paham hukumnya, tetapi saya takut kalau tidak dikembalikan, padahal kita bisa kembalikan dengan mencari informasi pemilik HP tersebut. Saya sudah hubungi teman si pemilik HP tersebut. Tetapi tidak ada balasan. Padahal saya ingin mengembalikan. Akhirnya dibiarkan saja HP tersebut sampai sekarang. Terkadang digunakan oleh ayah saya. Yang saya tanyakan, bagamana sebaiknya yang saya lakukan?

Kasus 2, saya menemukan anting sebelah di tempat wudhu kampus, sepertinya punya anak kecil. Cukup sulit kalau anak tersebut bukan mahasiswi. Lalu saya simpan. Saya menulis pengumuman di papan informasi, tetapi tidak ada yg merasa kehilangan. Akhirnya saya berpikir tidak mungkin tunggu 1 tahun. Saya pikir dijual saja dan uangnya diinfaqkan. Apakah tindakan saya seperti itu diperbolehkan?

Kasus 3, misalnya ayah saya menemukan seperangkat plastik kiloan lumayan 2/3 pak dan 1/2 pak tusuk gigi yang jatuh di jalan. Itu kan tidak mungkin dilacak pemiliknya. karena bingung dan mubadzir kalau tidak dipakai, akhirnya (saya/ayah saya) berpikir untuk dipakai sendiri (mencari keuntungan sendiri misalnya). Padahal bisa diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan, seperti penjual yang kelihatannya kurang mampu. Namun, ternyata tidak, malah digunakan sendiri. Bagaimana hukumnya? Berdosakan saya/ayah saya?

4. Ada teman saya yang memungut uang lalu dia pakai berbelanja dengan niat ingin mengembalikannya nanti saat dia punya uang. Pertanyaannya, haramkah uang itu? Dan kalau mau dikembalikan mau dikembalikan kemana? Apakah ke tempat uang tersebut dipungut?
Jazakallahu khair, Ustadz.

Jawaban Ust. Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Bismillah wal Hamdulillah wash shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d.

Apa yang ditanyakan itu, dalam fiqih namanya LUQATHAH yaitu barang temuan.

Ada dua jenis:

1. Barang temuannya sesuatu yg dianggap sudah tidak berharga atau tidak diharapkan pemiliknya lagi, maka ini boleh dimiliki. Seperti sebutir kurma, kain usang, botol minuman, bangku reot, dll. Ini biasa kita saksikan dilakukan pemulung. Ini dibenarkan oleh syara’ dan tradisi manusia umumnya.

2. Barangnya sesuatu yang diminati banyak orang, pemiliknya pun masih berharap, baik dia masih mencari atau pasif saja. Seperti jam, dompet dan isinya, perhiasan, dll.

Maka, ini mesti diumumkan selama 1 tahun. Jika yang punya datang, maka kembalikan, jika tidak maka boleh bagi penemunya memanfaatkannya sebagaimana perintah Nabi ﷺ dalam hadits riwayat Al Bukhari. Boleh juga menyedekahkannya, tapi jika suatu saat ada orang yang mengaku sebagai pemiliknya, maka tetap kita mengembalikannya.

Wallahu A’lam.