Home KONSULTASI SYARIAH

Shalat di Depan Ka’bah, Pandangan Ke Ka’bah atau Tempat Sujud?

576
SHARE
Shalat Di Depan Ka'bah, Pandangan Ke Ka'bah Atau Tempat Sujud

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Saat shalat di depan Ka’bah di Masjidil Haram, kemanakah pandangan mata?

Jawaban Ust. Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

1. Mayoritas ulama mengatakan pandangan mata adalah ke tempat sujud. Baik shalat jauh dari Ka’bah atau dekat dengan Ka’bah.

Dalilnya:

أنه صلى الله عليه وسلم كان إذا صلى طأطأ رأسه ورمى ببصره نحو الأرض

Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jika shalat menundukkan kepalanya dan melempar pandangan ke tanah. (H.R. Al Baihaqi, Al Hakim, dll)

Juga riwayat lain:

أنه صلى الله عليه وسلم لما دخل الكعبة ما خلف بصره موضع سجوده حتى خروجه منها.

Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika masuk ke Ka’bah pandangannya tidak pernah berpaling dari tempat sujudnya sampai dia keluar dari Ka’bah. (H.R. Al Hakim dalam Al Mustadrak, shahih)

Inilah pendapat Hanafiyah, Syafi’iyyah, dan Hanabilah.

2. Mata hendaknya melihat Ka’bah. Ini pendapat Imam Malik dan pengikutnya.

Dalilnya adalah:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al Baqarah: 149)

Pendapat saya ikuti adalah pendapat mayoritas, sebab ayat di atas adalah makna umum bahwa kiblat kita ke Masjid al Haram (Ka’bah), tapi secara khusus untuk pandangan mata adalah ke tempat sujud.

Kaidahnya:

Hamlul muthlaq ilal muqayyad – dalil umum mesti dipahami dengan dalil yang khusus.

Jadi, secara umum badan kita menghadap ke Ka’bah, tapi khusus mata adalah ke tempat sujud.

Sama seperti seluruh bangkai itu HARAM, sesuai dalil umum hurrimat ‘alaikumul mayyitah (diharamkan bagimu bangkai), tapi khusus ikan dan belalang tidak haram berdasarkan hadits lain yg mengkhususkan yaitu uhillat lama mayitataan alhuut wal jarad – dihalalkan bagi kita dua bangkai yaitu ikan dan belalang.

Demikian. Wallahu A’lam.