Home KONSULTASI SYARIAH

Shalat Hanya Pakai Daster

41
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Kalau shalat dengan pakaian rumah (daster yang tanpa lengan) tapi bersih tidak ada najisnya, tapi baju itu bentuknya seksi, apakah shalatnya sah?
Syukran.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Terbuka auratnya? Tidak sah. Tidak ada perbedaan pendapat para ulama bahwa syarat sahnya shalat adalah menutup aurat. Sehingga jika shalat hanya pakai daster, yang menampakkan lengannya atau betisnya, rambutnya, adalah tidak sah. Adapun kaki bagian bawah (punggung kakinya) diperselisihkan para ulama boleh atau tidak jika nampak.

Allah Ta’ala berfirman:

يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد

Wahai anak-anak Adam, pakailah ZIINAH (perhiasan/pakaian) kalian setiap kali ke masjid [shalat]. (Q.S. Al A’raf: 31)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menjelaskan:

والمراد بالزينة ما يستر العورة، والمسجد: الصلاة، أي استروا عورتكم عند كل صلاة. وعن سلمة بن الاكوع رضي الله عنه قال: قلت يا رسول الله. أفأصلي في القميص؟ قال: (نعم زرره ولو بشوكة) رواه البخاري في تاريخ وغيره.

Yang dimaksud dgn ZIINAH adalah pakaian yang menutup aurat. Yang dimaksud dengan MASJID adalah shalat. Jadi maknanya tutuplah aurat kalian setiap kali kalian shalat.

Dari Salamah bin Al-Akwa’ dia berkata: Saya pernah bertanya, “Ya Rasulullah, apakah saya shalat dengan gamis?” Beliau menjawab, “Ya, dan ikatlah dia walau hanya dengan duri.” [H.R. Bukhari dalam Tarikh-nya dan lainnya]. (Fiqhus Sunnah, 1/125)

Haditsnya:

لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ الحَائِضِ إِلَّا بِخِمَارٍ

“Allah tidak menerima shalat wanita yang telah haid, kecuali dengan memakai khimar/penutup aurat (saat shalatnya).” (H.R. Abu Daud No. 641, At Tirmidzi No. 377, Ibnu Khuzaimah No.775, Shahih)

Imam At Tirmidzi Rahimahullah menjelaskan:

وَالعَمَلُ عَلَيْهِ عِنْدَ أَهْلِ العِلْمِ: أَنَّ المَرْأَةَ إِذَا أَدْرَكَتْ فَصَلَّتْ وَشَيْءٌ مِنْ شَعْرِهَا مَكْشُوفٌ لَا تَجُوزُ صَلَاتُهَا ” وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ قَالَ: «لَا تَجُوزُ صَلَاةُ المَرْأَةِ وَشَيْءٌ مِنْ جَسَدِهَا مَكْشُوفٌ»، قَالَ الشَّافِعِيُّ: ” وَقَدْ قِيلَ: إِنْ كَانَ ظَهْرُ قَدَمَيْهَا مَكْشُوفًا فَصَلَاتُهَا جَائِزَةٌ

Para ulama telah mengamalkan hadits ini, bahwasanya wanita yang telah haid lalu dia shalat dan rambutnya tersingkap maka itu TIDAK BOLEH shalatnya. Ini dikatakan oleh Imam Asy Syafi’iy. Beliau berkata: “Tidak boleh bagi wanita shalat dan ada bagian tubuhnya (aurat) yang terbuka.”

Imam Asy Syafi’iy mengatakan: “Dikatakan bahwa jika yang terbuka ada punggung kakinya maka itu boleh.” (Sunan At Tirmidzi No. 377)

Demikian. Wallahu A’lam.