Home KONSULTASI SYARIAH

Talaq Tiga Dalam Sekali Ucap

123
SHARE

Pertanyaan:

Terkait teknis talaq tiga, pakah harus ada jeda waktu antara penjatuhan talaq 1, 2 dan 3, atau bisa sekaligus (sekali berucap), suami sekali menjatuhkan talaq (misal berucap saya talaq tiga?

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan hafizhahullah

Semua ulama sepakat bahwa talak itu mesti ada jarak. Tapi bagaimana dengan sekali talak langsung talak 3? Ini diperselisihkan ulama.

Dalam fatwa Hai’ah Kibaril ‘Ulama tertulis:

إن القول بوقوع الثلاث ثلاثا قول أكثر أهل العلم ، فلقد أخذ به عمر وعثمان وعلي والعبادلة : ابن عباس ، وابن عمر ، وابن عمرو ، وابن مسعود ، وغيرهم من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ، وقال به الأئمة الأربعة : أبو حنيفة ومالك ، والشافعي ، وأحمد ، وابن أبي ليلى ، والأوزاعي ، وذكر ابن عبد الهادي عن ابن رجب رحمه الله قوله : اعلم أنه لم يثبت عن أحد من الصحابة ولا من التابعين ولا من أئمة السلف المعتد بقولهم في الفتاوى في الحلال والحرام – شيء صريح في أن الطلاق الثلاث بعد الدخول يحسب واحدة

Sesungguhnya pendapat yang menyebut ucapan talak tiga jatuhnya talak tiga merupakan pendapat mayoritas ulama, pendapat ini diambil oleh Umar, Utsman, Ali, para ‘Abadilah (sahabat nabi yang bernama Abdullah, pen) yaitu Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu ‘Amr, Ibnu Mas’ud, dan selain mereka dari kalangan sahabat Nabi ﷺ , ini juga pendapat para imam yang empat; Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi’iy, dan Ahmad, lalu Ibnu Abi Laila, Al Auza’iy. Ibnu Abdil Hadi menyebutkan dari Ibnu Rajab Rahimahullah sebuah perkataan: “Ketahuilah TIDAK ADA yang shahih dari satu sahabat nabi pun, begitu pula dari tabi’in, dan tidak pula dari para imam salaf tentang perkataan mereka dalam masalah fatwa halal dan haram, sesuatu yang jelas bahwa talak tiga kali setelah terjadi dukhul (jima’), dihitung sebagai talak satu.”

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menyebutkan ada empat pendapat, salah satunya adalah:

أنه يقع ، وهذا قول الأئمة الأربعة وجمهور التابعين وكثير من الصحابة

Hal itu sah, inilah pendapat imam yang empat, dan mayoritas tabi’in dan banyak para sahabat Nabi ﷺ.

Imam Al Qurthubi Rahimahullah berkata:

قال علماؤنا : واتفق أئمة الفتوى على لزوم إيقاع الطلاق الثلاث في كلمة واحدة ، وهو قول جمهور السلف .

Berkata para ulama kami: para imam ahli fatwa telah sepakat jatuhnya talak tiga dalam satu kalimat, dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama salaf. (Qarar Hai’ah Kibaril Ulama no. 18)

Jadi, menurut uraian ini SAHnya talak tiga dalam sekali ucap atau sekali lafaz, dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama.

Namun, ternyata ada pendapat lain yaitu talak tiga dalam satu lafaz tetaplah dihitung talak satu, begitulah yang sesuai dengan sunnah menurut mereka. Inilah yang dipilih oleh Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, begitu pula beberapa ulama kontemporer/masa kini.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah menjelaskan:

اختلف الفقهاء في طلاق الثلاث ، والراجح أنه يقع واحدة ، سواء تلفظ بها بكلمة واحدة كقوله : أنت طالق ثلاثا ، أو تلفظ بها بكلمات متفرقة ، كقوله : أنت طالق أنت طالق أنت طالق ، وهذا ما اختاره شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله ، ورجحه الشيخ السعدي رحمه الله ، والشيخ ابن عثيمين رحمه الله .واستدلوا بما رواه مسلم (1472) عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ : كَانَ الطَّلَاقُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَسَنَتَيْنِ مِنْ خِلَافَةِ عُمَرَ طَلَاقُ الثَّلَاثِ وَاحِدَةً فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِنَّ النَّاسَ قَدْ اسْتَعْجَلُوا فِي أَمْرٍ قَدْ كَانَتْ لَهُمْ فِيهِ أَنَاةٌ فَلَوْ أَمْضَيْنَاهُ عَلَيْهِمْ فَأَمْضَاهُ عَلَيْهِمْ

Para ahli fiqih berbeda pendapat tentang talak langsung ketiga, pendapat yang lebih kuat adalah itu tetap jatuhnya talak satu. Sama saja apakah dengan satu kalimat, seperti perkataan: “Anti Thaaliq tsalaatsan – kamu dicerai yang ketiga”, atau lafaz lain yang berpisah seperti: “Anti Thaaliq, anti thaaliq, anti thaaliq – kamu dicerai, kamu dicerai, kamu dicerai”. Inilah pendapat yang dipilih Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah, dan dikuatkan oleh Syaikh As Sa’diy Rahimahullah, dan Syaikh ‘Utsaimin Rahimahullah.

Dalil mereka adalah apa yang driwayatkan Imam Muslim (No. 1472), dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, Beliau berkata: “Dahulu talak di masa Nabi ﷺ, Abu Bakar, dan dua tahun di masa kekhilafahan Umar, talak langsung ketiga itu dihitungnya satu.” Lalu Umar bin Khathab berkata: “Manusia tergesa-gesa dalam urusan yang sebenarnya mereka diberikan kelapangan, bagaimana seandainya kami memberlakukan hukum itu (talak tiga) kepada mereka? Niscaya hukum itu berlaku atas mereka!” (Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 96194)

Wallahu a’lam