Home KONSULTASI SYARIAH

Tanya Hadits Maaf-Maafan Sebelum Ramadhan

617
SHARE

PERTANYAAN:

Ketika Rasulullah sedang berkhotbah pada suatu Sholat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasulullah mengatakan amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasulullah berkata Aamin sampai tiga kali. Ketika selesai sholat Jum’at para sahabat bertanya kepada Rasulullah, kemudian menjelaskan: “ketika aku sedang berkhotbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasulullah
amin-kan doaku ini”, jawab Rasulullah.
Do’a Malaikat Jibril adalah sbb: Yaa Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
– Tidak memohon ma’af terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
– Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri;
– Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullahpun amin sebanyak 3 kali.
(Hadis shahih diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ahmad, dan Al Baihaqi dari sahabat Abu Hurairah ra)

 

JAWABAN:

Bismillah wal Hamdulillah …

Hadits tersebut sering di BC menjelang bulan Ramadhan, dan sudah berlangsung bertahun-tahun. Ketika masih zaman BBM, sekarang WA, .. masih saja disebarkan.

Hadits yang seperti itu TIDAK ADA, yang adalah sebagai berikut ini. Agak mirip redaksi awalnya memang, tapi sangat berbeda isinya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan:

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له  يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam naik mimbar lalu beliau mengucapkan, ‘Amin … amin … amin.’ Para sahabat bertanya, ‘Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?’ Kemudian, beliau bersabda, ‘Baru saja Jibril berkata kepadaku,

‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan,’ maka kukatakan, ‘Amin.’

Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua),’ maka aku berkata, ‘Amin.’

Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu,’ maka kukatakan, ‘Amin.””

Hadits ini diriwayatkan oleh:

– Imam Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, No. 646
– Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya No. 1888
– Imam Al Bazzar dalam Musnadnya No. 8116
– Imam Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 8767

Statusnya:

– Shahih, menurut Imam Ibnu Khuzaimah
– Jayyid (bagus), menurut Syaikh Muhammad Mushthafa Al A’zhami dalam tahqiqnya terhadap Sunan Ibni Khuzaimah
– Hasan shahih, menurut Syaikh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad No. 646

Inilah yang shahih. Namun demikian, bermaaf-maafan adalah perbuatan baik yang mutlak dan boleh dilakukan kapan pun. Baik bulan lalu, saat ini, atau besok .. baik sebelum Ramadhan, saat Ramadhan, atau setelah Ramadhan ..

Meminta maaf bukan berarti harus punya salah dulu dengan manusia, sebagaimana istighfar kepada Allah tidak harus setelah membuat dosa dahulu. Ini adalah perbuatan baik dan bagus yang menunjukkan kerendahhatian. Hanya saja jangan sampai aktifitas ini dianggap sebagai bagian dari paket syariat dalam menghadapi Bulan Ramadhan, itu tidaklah demikian.

Wallahu A’lam

Farid Nu’man Hasan