Home KONSULTASI SYARIAH

Tata Cara Mandi Junub bagi Wanita yang Selesai Operasi

84
SHARE
Tata Cara Mandi Junub bagi Wanita yang Selesai Operasi

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, bagaimana cara mandi junub bagi wanita yang habis operasi, tetapi belum boleh kena air bagian di lukanya? Sedangkan posisi lukanya ada di dada. Kebetulan habis operasi datang bulan dan kondisinya sudah bersih tapi lukanya belum boleh kena air.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Jika dia belum boleh kena air, boleh baginya tayammum saja. Dan tayammum tersebut hanya berlaku untuk sekali shalat saja, kecuali menurut Imam Abu Hanifah yang boleh berkali-kali shalat selama belum batal.

Selengkapnya baca uraian di bawah ini.

Ilmu Itu Menyelamatkan, Kebodohan Itu Mencelakakan

Jabir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu bercerita:
“Seorang laki-laki tertimpa batu di bagian kepalanya. Kemudian orang itu bermimpi (basah), dan bertanya kepada para sahabatnya. ‘Apakah ada keringanan bagi saya untuk bertayammum?’ Mereka menjawab: “Tidak ada keringanan bagimu, karena kamu masih mampu menggunakan air.” Kemudian laki-laki itu pun mandi dan akhirnya meninggal dunia. Setelah kami menghadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kami pun menceritakan hal itu kepadanya, lalu beliau bersabda: “Mereka telah membunuhnya, semoga Allah memerangi mereka. Mengapa mereka tidak bertanya kalau memang tidak tahu? Obat dari kebodohan adalah bertanya. Sebenarnya cukup bagi dia bertayamum dan mengeringkan lukanya, atau membalut lukanya, dan membasuh bagian atasnya, lalu membasuh tubuhnya yang lain.” (H.R. Abu Daud No. 336, 337, Ibnu Majah No. 572, Ahmad No. 3056, Al Hakim No. 630,631, dll. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth [Ta’liq Musnad Ahmad No. 3056], Dishahihkan oleh Syaikh Husein Salim Asad [Musnad Abi Ya’la No. 2420], Imam Adz Dzahabi menyatakan shahih, sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim)

Pelajaran dari kisah ini:

1. Larangan berfatwa tanpa ilmu, sebab itu lebih besar peluang bahaya dibanding manfaatnya.

2. Anjuran bertanya lagi kepada yang ahlinya jika ada permasalahan disodorkan kepada kita dan kita belum ketahui jawabannya.

3. Dibolehkan bertayammum bagi yang sulit berwudhu karena sakit atau luka, yang jika berwudhu akan memperparah penyakitnya.

4. Kalaupun ingin berwudhu, cukup baginya membasuh bagian balutan saja, bukan mengguyurnya.

Hal ini sesuai ayat:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah: 185)

Ini juga sesuai kaidah yang berbunyi:

المشقة تجلب التيسير

Keadaan yang sulit akan menarik datangnya kemudahan.

Dan kaidah yang seperti ini:

إذا ضاق الأمر اتسع

Jika urusan menjadi sempit maka menjadi lapang. (Imam Tajjuddin As Subki, Al Asybah wan Nazhair, 1/49)

Wallahu a’lam.