Home LAIN-LAIN DAKWAH

Tentang Da’wah

120
SHARE

1. Makna Da’wah

Makna Da’wah secara bahasa:

– An Nida’, Seruan
– Ath Thalab, tuntutan
– Ad Du’a, permohonan

Makna Da’wah secara istilah:

دعوة الناس إلى الله حتى يكفر بالطاغوت و يؤمنوا بالله و يخرجوا من ظلمات الجاهلية الى نور الاسلام

Ajakan manusia kepada Allah sampai mereka mengingkari thaghut dan mengimani Allah, dan keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam

Syarahnya:

(Ajakan manusia) yaitu da’inya manusia dan mad’u pun juga manusia

(kepada Allah) yaitu pada ketauhidan Allah, menyadarkan manusia posisinya sebagai hamba Allah, bukan seruan kepada fanatisme kelompok atau kultus individu

(sampai mereka) yaitu para mad’u

(mengingkari Thaghut) yaitu menolak dan menghilangkan tandingan-tandingan selain Allah yang biasa diabdi oleh manusia baik berupa syetan, berhala, ahli sihir dan perdukunan, penguasa zhalim, serta hukum-hukum buatan manusia

(dan mengimani Allah) yaitu membenarkanNya dengan sejujur-jujurnya iman, tidak menyekutukanNya dengan apa pun juga

(dan keluar dari kegelapan jahiliyah) yaitu kejahiliyahan aqidah, akhlak, penampilan, hobi, dan sebagainya.

(menuju cahaya Islam) yaitu Islam yang dibawa oleh Nabi ﷺ yang disampaikan kepada para sahabatnya dan diajarkan mereka kepada para imam setelahnya, lalu mereka sampai ke tangan kita melalui para ulama terpercaya, yaitu Ahlus Sunnah wal Jama’ah, bukan lainnya.

2. Keutamaan-Keutamaan Da’wah:

– Syarat menjadi umat yang terbaik (Q.S. Ali Imran: 110)

– Menghindari adzab yang merata (Q.S. Al Anfal: 25)

– Sebaik-baiknya perkataan. (Q.S. Al Fushilat: 33)

– Melanjutkan estafeta perjuangan para Rasul. (Q.S. An Nahl: 36)

– Mendapatkan pahala yang tidak putus.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka baginya pahala yang sama seperti orang yang melakukannya. (H.R. Muslim no. 1893)

3. Kaidah-Kaidah Da’wah:

– Dahulukan pokok-pokok agama (aqidah) sebelum cabang-cabangnya

– Dahulukan hal yang disepakati sebelum hal yang diperselisihkan

– Dahulukan yang wajib sebelum yang sunnah

– Utamakan yang tertarik dengan Islam, sebelum yang netral apalagi memusuhi

– Menolak hal yang merugikan da’wah lebih diutamakan, dibanding mengambil yang hal yang bisa memberikan maslahat

4. Karakteristik Da’i dan Da’iyah:

– Kredibilitas Ruhiyah; bagus pesona ruhaninya, memiliki pengaruh keshalihan bagi sekitarnya

– Kredibilitas Akhlak; akhlaknya terjaga dan pantas dijadikan model oleh mad’u

– Kredibilitas Sosial; tidak sibuk dengan dunia sendiri, bergaul dengan masyarakat namun tetap memiliki “pembeda”.

– Kredibilitas Ekonomi; tidak menggantungkan hidup dari da’wah, tapi justru menghidupkan da’wah dengan hartanya.

– Kredibilitas Keilmuan; menjadi pijakan hujjah bagi permasalahan umat, sehingga memberikan manfaat bagi diri dan masyarakatnya

5. Penyakit-Penyakit Para Aktivis

1). Isti’jal, tergesa-gesa ingin cepat mendapatkan hasilnya

2). Sibuk dengan hal yang tidak bermanfaat, atau debat khilafiyah fiqih tak berujung, sehingga mengotori hati, pikiran, dan ukhuwah

3). Sibuk mengoleksi kesalahan para da’i atau aktivis lainnya, lupa evaluasi diri sendiri

4). Suka unjuk gigi dan menampilkan diri, untuk menunjukkan kehebatan di depan manusia

5). Tenggelam dalam ketenaran

6). Futur, lemah, dan malas, setelah sebelumnya sangat aktif

7). Kamaliyat, perfeksionis terhadap hasil. Semua harus serba sempurna tidak memberikan udzur atas kesalahan saudaranya

Demikian. Wallahu A’lam.

✍ Ust. Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah