Home TJ FIQIH TJ FIQIH WANITA

Wanita Memakai Pakaian Putih, Terlarangkah?

37
SHARE

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, Ustadz. Ada seorang guru yang mengatakan wanita dilarang memakai pakaian berwarna putih. Dikatakannya bahwa haditsnya ada dalam kitab Riyadhush Shalihin. Benarkah demikian? Syukran.

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Memakai warna putih, justru dianjurkan, sebagaimana hadits berikut:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمْ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Pakailah warna putih untuk pakaian kalian, sebab ia sebaik-baik pakaian untuk kalian. Dan kafanilah orang-orang yang meninggal dari kalian dengannya. (H.R. Abu Daud No. 4061, Shahih)

Imam Al Munawiy Rahimahullah mengatakan:

هذا خطاب لعموم الخلق ، لقوله : ( ثيابكم ) ، ولم يقل : ( ثيابنا ) ؛ فهو خير الثياب ..

Arah pembicaraan hadits ini adalah berlaku UMUM untuk semua makhluk [manusia], berdasarkan sabdanya (pakaian kalian), Nabi tidak katakan [pakaian kami], dan itu sebaik-baiknya [warna] pakaian… (Faidhul Qadir, 3/485)

Apalagi jika warna putih sudah biasa dipakai kaum wanita di sebuah negeri, maka tidak masalah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin Rahimahullah menjelaskan:

إذا كان الثوب ساتراً ، مباحاً : فإنه لا حرج ؛ لأنه لا عبرة باللون ، فالمرأة يجوز أن تلبس أبيض وأصفر وأحمر وأخضر .

Jika pakaiannya menutup aurat maka itu boleh, tidak masalah. Karena masalah warna tidak ada ketentuan khusus, sehingga wanita boleh memakai warna putih, kuning, merah, hijau.

ولكن لا تتشبه بالرجال في هذه الألبسة ، أي لا تلبس ثوباً يكون خياطته كخياطة ثياب الرجال ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم لعن المتشبهات من النساء بالرجال ولعن المتشبهين من الرجال بالنساء .

Tetapi tidak boleh menyerupai laki-laki, yaitu jangan dia memakai pakaian yang model jahitannya seperti pakaian kaum laki-laki, karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan sebaliknya. (Fatawa Nuur ‘alad Darb, 2/18)

Demikian. Wallahu A’lam.