Home FIQIH IBADAH FIQIH ZISWAF

Waqaf Uang dan Waqaf Dikelola Untuk Mendapatkan Uang

25
SHARE

Bismillahirrahmanirrahim..

1. Waqaf uang

Jumhur ulama mengatakan waqaf tidak boleh uang, kecuali uang itu dialihwujudkan, menjadi tanah misalnya, lalu tanah itulah yang nantinya jadi waqafnya..

Beda dengan waqaf tanah, Al Qur’an, bisa langsung dimanfaatkan. Hanya sebagian kecil ulama yang membolehkan waqaf dengan uang.

Dalam fatwa Darul Ifta-nya Mesir dikatakan:

وقف النقود لا يصح عند جمهور أهل العلم؛ لأنها لا ينتفع بها إلا بإتلافها وذهابها

Waqaf uang tidak sah menurut mayoritas ulama, karena tidak bisa diambil manfaatnya kecuali setelah diubah dan dihilangkan dulu (wujud uangnya).

2. Barang Waqaf Dikelola Lalu Menghasilkan uang.

Ini BOLEH asalkan hasilnya kembali ke umat.

Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

لِلْوَاقِفِ ، وَلِمَنْ وَلَّاهُ الْوَاقِفُ إِجَارَةُ الْوَقْفِ

Bagi pewawaf dan orang yang diamanahkan pewaqaf (pengurus waqaf), boleh menyewakan waqafnya.

(Raudhatut Thalibin, 5/351)

Lebih tegas lagi, dari Syaikh Utsaimin Rahimahullah :

نعم ، إن كان أوقف البيت على المحتاجين فله أن يفعل ذلك، ويقسم الأجرة على المحتاجين ، أو يجعل البيت سكنا لبعض المحتاجين .

Ya, jika rumah tersebut diwaqafkan untuk org-org yg membutuhkan maka dia boleh melakukan itu (menyewakannya). Lalu membagikan hasil sewanya kepada yang membutuhkan, atau dia bangun asrama bagi yang membutuhkan. (Syarhul Mumti’, 10/47)

Demikian. Wallahu A’lam