Home KONSULTASI SYARIAH

Gerakan Tiga Kali Dalam Shalat

73
SHARE

Pertanyaan:

Ustadz, Bergerak lebih dari tiga kali dalam shalat itu yang bagaimana yang membatalkan shalat? Apakah menggerakkan jari ketika tahiyat juga termasuk?

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah

Gerakan dalam shalat ada beberapa macam;

1. Gerakan yang wajib

Yaitu gerakan yang membuat shalat itu menjadi sah karennya, seperti berdiri, ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, duduk tasyahud.

2. Gerakan yang sunnah

Seperti angkat tangan saat takbiratul ihram, dan takbir intiqal (takbir antar gerakan), bersedekap.

3. Gerakan yang mubah

Yaitu gerakan yang dibolehkan karena ada hajat untuk melakukannya, untuk menjaga kesempurnaan dan kekhusyuan shalat.

– Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah menggendong cucunya, meletakkannya, lalu menggendong lagi. Dialah Umamah binti Abu al Ash, saat shalat subuh.

– Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah membukakan pintu untuk Aisyah Radhiallahu ‘Anha padahal Rasulullah masih keadaan shalat.

– Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan membunuh kalajengking dan ular, saat kita shalat. Karena hewan itu membahayakan.

– Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menoleh ke kanan dan ke kiri dalam shalat karena ada keperluan.

– Melangkah untuk memenuhi shaf.

– Bergerak sedikit untuk mematikan HP.

4. Gerakan yang dimakruhkan

Yaitu gerakan yang tidak dibenarkan terjadi namun tidak membatalkan shalat.

– Memainkan pakaian, kain, peci, tanpa hajat.

– Berkali-kali meratakan pasir saat sujud.

– Menoleh tanpa keperluan.

5. Gerakan yang diharamkan dan ini batal

Yaitu gerakan yang banyak yang membuat dirinya tidak layak lagi disebut sedang shalat.

– Shalat wajib dengan duduk tanpa uzur, ini tidak sah.

– Melangkah berurutan lebih dari 3 langkah

Adapun jari bergerak-gerak adalah sunnah menurut Imam Malik, Syaijh Utsaimin, Syaikh al Albani.

Ulama lain mengatakan cukup jari telunjuk memberikan sekali isyarat saja.

Sedangkan tentang 3 kali gerakan berturut-turut, hanya ada dalam madzhab syafi’i dan itupun pendapat sebagian saja dan ditentang oleh Syafi’iyah lainnya.

Wallahu A’lam.