Home AQIDAH

Tanda-Tanda Husnul Khatimah

170
SHARE

Tanda-tanda husnul khatimah diterangkan dalam beberapa hadits Nabi ﷺ, tentunya jika ada seorang muslim yang mengalami tanda-tanda ini kita berbaik sangka kepadanya dan kepada Allah ﷻ bahwa dia telah husnul khatimah.

1. Perjalanan Akhir Hidupnya Diisi dengan Amal Shalih

Jika seorang wafat dan di akhir-akhir hayatnya senantiasa diisi dengan kebaikan, baik ibadah ritual dan sosial, maka itu tanda husnul khatimah, tanda bahwa Allah ﷻ memberikan taufiq kepadanya. Walau bisa jadi dahulunya dia pernah menjalankan hidup penuh maksiat.

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله فقيل كيف يستعمله يا رسول الله ؟ قال يوفقه لعمل صالح قبل الموت

“Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan menggunakannya.” Lalu ditanyakanlah pada beliau, “Bagaimanakah Allah menggunakannya wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Dia akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dijemput kematian.”

(HR. At Tirmidzi No. 2142, Ibnu Hibban No. 341. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

2. Orang Yang Hari-Harinya Diisi dengan Husnuzhan (Prasangka Baik) kepada Allah ﷻ

Orang yang selalu berprasangka baik kepada Allah ﷻ, sampai-sampai pada musibah yang menimpanya, termasuk penyakit yang menimpanya sampai membawa kematiannya, dia selalu berbaik sangka baik kepada Allah ﷻ.
Dari Jabir Radhiallahu ‘Anhu, aku mendengar Rasulullah ﷺ berkata sebelum wafatnya sebanyak tiga kali:

لا يموتن أحدكم إلا وهو يحسن الظن بالله

Janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah. (HR. Muslim No. 2877)

3. Mengucapkan Syahadat di Akhir Hayatnya

Dari Muadz bin Jabal Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barang siapa yang akhir perkataannya LAA ILAAHA ILLALLAH maka dia masuk surga. (HR. Abu Daud No. 3118, shahih)

4. Wafat di Malam atau Hari Jum’at

Dari Abdullah bin Amr, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Tidaklah seorang muslim yang wafat pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur. (HR. At Tirmidzi No. 1073, Ahmad No. 6582, Ath Thahawi dalam Syarh Musykilul Aatsar No. 277)

Syaikh Al Albani Rahimahullah berkata tentang hadits ini: “Dikeluarkan oleh Ahmad (6582-6646) melalui dua jalan dari Abdullah bin Amr, dan oleh At Tirmidzi melalui salah satu dari dua jalur, dan hadits ini memiliki syawahid (beberapa penguat) dari jalur Anas, Jabir bin Abdullah, dan selain keduanya. Maka, hadits ini dengan kumpulan semua jalurnya adalah hasan atau shahih.” (Lihat Ahkamul Jazaiz, Hal. 35)

5. Mati Syahid

Dari Abdullah bin ‘Amr Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nab ﷺ bersabda:

يغفر للشهيد كل ذنبٍ إلا الدين

Orang yang mati syahid semua dosanya diampuni kecuali hutangnya. (HR. Muslim No. 1886)

6. Keningnya Berkeringat Saat Wafat

Nabi ﷺ bersabda:

المؤمن يموت بعرق الجبين

Seorang mu’min wafatnya dengan keringat yang keluar dari keningnya. (HR. At Tirmidzi No. 982, Ibnu Hibban No. 3011. Syaikh Syu’aib Al Anauth mengatakan: Shahih, sesuai syarat Imam Bukhari)

Demikian. Wallahu a’lam.