Home TJ FIQIH IBADAH TJ FIQIH THAHARAH

Berwudhu Pasca Operasi

30
SHARE

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة

Ustadz, izin bertanya.

Bagaimana tata cara bersuci dan shalat bagi pasien laki-laki pasca operasi yang posisinya hanya boleh berbaring?

 

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاتة

Jika tidak bisa melakukan wudhu secara normal karena kondisi masih berbaring dan sangat sulit untuk bangun apalagi berjalan, maka tidak apa-apa dibantu wudhu oleh orang lain dengan melakukan yang wajib saja, jika tidak mampu juga, maka tayamum.

Firman Allah ﷻ:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah: 185).

Ayat lainnya:

يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا

“Allah memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (Q.S. An-Nisa’: 28).

Adapun dalam hadits:

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا، وَلاَ تُنَفِّرُوا

Permudahlah dan jangan persulit, berikanlah kabar gembira dan jangan membuat mereka lari. (H.R. Al Bukhari No. 69, Muslim No. 1732).

Juga beberapa kaidah fiqih:

 الْمَشَقَّةُ تَجْلُبُ التَّيْسِيرَ

Kesulitan membawa pada kemudahan. (Imam Ibnu Nujaim, Al Asybah wan Nazhair, Hal. 75. 1400 H/1980 M. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah).

Atau seperti yang dikatakan Imam Tajuddin As Subki:

المشقة نجلب التيسير وإن شئت قلت : إذا ضاق الأمر اتسع

Kesulitan membawa pada kemudahan, dan jika anda mau, anda bisa katakan: jika keadaan sempit maka membawa kelapangan. (Imam Tajuddin As Subki, Al Asybah wan Nazhair, 1/61. Cet. 1, 1411 H/1991 M. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah).

Demikianlah. Wallahu A’lam.

SHARE
Previous articleBahaya Mendukung Pemimpin yang Pendusta