
Pertanyaan:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
Ustadz, izin bertanya.
Bagaimana tata cara bersuci dan shalat bagi pasien laki-laki pasca operasi yang posisinya hanya boleh berbaring?
Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاتة
Jika tidak bisa melakukan wudhu secara normal karena kondisi masih berbaring dan sangat sulit untuk bangun apalagi berjalan, maka tidak apa-apa dibantu wudhu oleh orang lain dengan melakukan yang wajib saja, jika tidak mampu juga, maka tayamum.
Firman Allah ﷻ:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah: 185).
Ayat lainnya:
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
“Allah memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (Q.S. An-Nisa’: 28).
Adapun dalam hadits:
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا، وَلاَ تُنَفِّرُوا
Permudahlah dan jangan persulit, berikanlah kabar gembira dan jangan membuat mereka lari. (H.R. Al Bukhari No. 69, Muslim No. 1732).
Juga beberapa kaidah fiqih:
الْمَشَقَّةُ تَجْلُبُ التَّيْسِيرَ
Kesulitan membawa pada kemudahan. (Imam Ibnu Nujaim, Al Asybah wan Nazhair, Hal. 75. 1400 H/1980 M. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah).
Atau seperti yang dikatakan Imam Tajuddin As Subki:
المشقة نجلب التيسير وإن شئت قلت : إذا ضاق الأمر اتسع
Kesulitan membawa pada kemudahan, dan jika anda mau, anda bisa katakan: jika keadaan sempit maka membawa kelapangan. (Imam Tajuddin As Subki, Al Asybah wan Nazhair, 1/61. Cet. 1, 1411 H/1991 M. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah).
Demikianlah. Wallahu A’lam.













































