Home LAIN-LAIN DAKWAH

Wajibatul Akh (Kewajiban Para Aktivis Dakwah) (Bag. 4/Terakhir)

67
SHARE

3️⃣1️⃣ Hendaklah engkau senantiasa memperbarui taubat dan istighfarmu, dan berhati-hatilah terhadap dosa yang kecil, apalagi dosa yang besar. Sediakan -untuk dirimu- beberapa saat sebelum tidur untuk introspeksi diri terhadap apa-apa vang telah engkau lakukan, yang baik maupun yang buruk. Perhatikan waktumu, karena waktu adalah kehidupan itu sendiri. janganlah engkau pergunakan ia -sedikit pun- tanpa guna, dan janganlah engkau ceroboh terhadap hal-hal yang syubhat agar tidak jatuh ke dalam kubangan yang haram.

3️⃣2️⃣ Hendaklah engkau berjuang meningkatkan kapasitas kemampuanmu dengan sungguh-sungguh agar engkau dapat menerima tongkat kepemimpinan. Hendaklah engkau menundukkan pandanganmu, menekan emosimu, dan memotong habis selera-selera rendah dari jiwamu, bawalah ia hanya untuk menggapai yang halal dan baik, dan hijabilah ia dari yang haram, dalam keadaan bagaimanapun.

3️⃣3️⃣ Hendaklah engkau jauhi khamr dan seluruh makanan atau minuman yang memabukkan sejauh-jauhnya.

3️⃣4️⃣ Hendaklah engkau menjauh dari pergaulan dengan orang jahat dan persahabatan dengan orang yang rusak, serta jauhilah tempat-tempat maksiat.

3️⃣5️⃣ Hendaklah engkau perangi tempat-tempat sia-sia; jangan sekali-kali mendekatinya, dan hendaklah engkau jauhi gaya hidup mewah dan bersantal-santai.

3️⃣6️⃣ Hendaklah engkau mengetahui anggota katibah-mu (kumpulan UPA di suatu wilayah) satu per satu dengan pengetahuan yang lengkap, juga kenalkan dirimu kepada mereka dengan selengkapnya. Tunaikan hak-hak ukhuwah mereka dengan seutuhnya; hak kasih sayang, penghargaan. pertolongan, dan itsar. Hendaklah engkau senantiasa hadir di majelis mereka dan tidak absen, kecuali karena ‘udzur darurat, dan pegang teguhlah sikap itsar dalam pergaulanmu dengan mereka.

3️⃣7️⃣ Hendaklah engkau hindari hubungan dengan organisasi atau jamaah apa pun sekiranya hubungan itu tidak membawa maslahat bagi fikrahmu, terutama jika diperintahkan untuk itu.

3️⃣8️⃣ Hendaklah engkau menyebarkan dakwahmu di mana pun dan memberi informasi kepada pemimpin tentang segala kondisi yang melingkupimu. Janganlah engkau berbuat sesuatu yang berdampak strategis, kecuali dengan seizinnya. Hendaklah senantiasa engkau menempatkan dirimu sebagai tentara yang berada di tangsi, yang tengah menanti instruksi komandan.

Wallahu A’lam.

Wa Shalallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

✍️ Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah

SHARE
Previous articleAmalan di Hari Arafah
Next articleHukum Puasa Tarwiyah