Home TJ FIQIH IBADAH TJ FIQIH QURBAN, AQIQAH & SEMBELIHAN

Aqiqah saat sudah Dewasa

107
SHARE

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة

Ustadz, izin bertanya.

Ada yang bilang kalau kita mengaqiqahkan anak yang sudah besar, itu adalah sedekah biasa, bukan lagi aqiqah. Apakah benar demikian?

Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاتة

Peta fiqihnya:

✅️ Maliki: tidak boleh saat dewasa, tetapi aqiqah mesti di hari 7.
✅️ Hanafi: tidak ada syariat aqiqah baik sejak kecil maupun dewasa.
✅️ Syafi’i dan Hambali: afdhalnya hari ke-7, tapi boleh di hari kelipatannya, bahkan ketika sudah dewasa.

Yang lebih kuat, Insya Allah boleh, berdasarkan hadits berikut:

Dari Anas bin Malik, katanya:

عق رسول الله صلى الله عليه وسلم عن نفسه بعد ما بعث بالنبوة

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengaqiqahkan dirinya setelah beliau diangkat menjadi nabi.” (H.R. Abdurrazaq, No. 7960).

Hadits ini sebenarnya dhaif, karena ada perawi bernama Abdullah bin Al Muharrar yang didhaifkan oleh para ulama. Namun hadits ini memiliki penguat dari beberapa sanad lainnya, Sehingga Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menshahihkan hadits ini dengan status SHAHIH LI GHAIRIHI. (As Silsilah Ash Shahihah No. 2726).

Imam Ahmad ditanya tentang bolehkah seseorang mengaqiqahkan dirinya ketika sudah dewasa? Imam Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitabnya sebagai berikut:

وقال أن فعله إنسان لم أكرهه

“Dia (Imam Ahmad) berkata: Aku tidak memakruhkan orang yang melakukannya.” (Imam Ibnul Qayyim, Tuhfatul Maudud, Hal 61. Cet. 1. 1403 H/1983 M. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah).

Imam Muhammad bin Sirrin berkata:

لَوْ أَعْلَمُ أَنَّهُ لَمْ يُعَقَّ عَنِّي ، لَعَقَقْتُ عَنْ نَفْسِي

Seandainya aku tahu aku belum diaqiqahkan, niscaya akan aku aqiqahkan diriku sendiri. (Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah No. 24718)

Imam Al Hasan Al Bashri berkata:

إذا لم يعق عنك ، فعق عن نفسك و إن كنت رجلا

Jika dirimu belum diaqiqahkan, maka aqiqahkan buat dirimu sendiri, jika memang kamu adalah laki-laki. (Imam Ibnu Hazm, Al Muhalla, 8/322).

Dan, berdasarkan dalil-dalil ini, inilah pendapat yang lebih kuat, Insya Allah.

Demikian. Wallahu A’lam.