
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustadz. Izin bertanya.
Beberapa waktu belakangan ini saya sering mendengar/membaca, katanya kalau kita berdoa jangan menggunakan kata “Semoga” atau kata-kata yang sejenisnya.
Katanya alasannya karena berdoa itu harus yakin dan kata-kata semoga itu seolah-olah kita ragu bahwa Allah mampu mengabulkan doa kita.
Mohon pencerahannya, Ustadz.
Jazakumullahu khair.
Jawaban Ustadz Farid Nu’man Hasan Hafizhahullah:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Secara pribadi saya belum pernah lihat dan dengar ada orang doa pakai kata “semoga”.
Kalau maksudnya “Semoga tahun ini Indonesia lebih baik”, “Semoga kamu sehat-sehat saja”, ini kalimat harapan, bukan bermakna doa secara khusus. Kalimat harapan memang bisa berdampak pada doa, bahkan kalimat yang baik-baik bisa berefek sebagai doa.
Kalimat harapan dengan “semoga” itu boleh, sebagaimana dalam Al-Qur’an pun menggunakannya, baik dalam arti harapan seperti: semoga, mudah-mudahan, supaya, agar dan juga doa.
Seperti la’allakum tattaqun… la’allakum tuflihun… la’allahum yarsyudun…
Atau doanya Nabi Musa:
{ يَفۡقَهُواْ قَوۡلِي }
Agar mereka mengerti perkataanku. (Q.S. Tha-Ha: 28).
{ كَيۡ نُسَبِّحَكَ كَثِيرٗا }
Agar kami banyak bertasbih kepada-Mu. (Q.S. Tha-Ha: 33).
Wallahu A’lam.














































